Peduli Kesulitan Warga, Bupati Cen Sui Lan Instruksikan PDAM Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Kelanga

0
14
Dua mobil tanki PDAM Tirta Nusa saat menyalurkan air bersih untuk warga Desa Kelanga

Natuna – Kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna mulai berdampak serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami krisis air bersih akibat menurunnya pasokan dari Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna.

Kondisi kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumber air baku mengalami penyusutan debit bahkan mengering. Dampaknya, distribusi air PDAM ke beberapa wilayah, khususnya daerah yang berada di ujung jaringan distribusi, tidak lagi berjalan optimal.

Kepala Desa Kelanga, Asmuri mengatakan masyarakat di desanya mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Banyak warga mengeluh dan mengadu kepada saya karena air sudah lama tidak mengalir. Bahkan untuk kebutuhan dasar sehari-hari masyarakat sudah sangat kesulitan,” ujarnya pada Kamis (07/05/2026).

Melihat kondisi tersebut, Asmuri segera berkoordinasi dan melaporkan langsung persoalan itu kepada Bupati Natuna, Cen Sui Lan.

Menurut Asmuri, laporan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Natuna.

Bahkan, didepan matanya setelah laporan diterima, Bupati Cen langsung menginstruksikan Perumda Air Minum Tirta Nusa untuk segera menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Kelanga.

“Saya coba menyampaikan kondisi ini kepada Ibu Bupati, dan beliau sangat konsen terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih. Alhamdulillah, semalam saya melapor, pagi tadi petugas PDAM langsung datang membawa air bersih,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih masyarakat Desa Kelanga atas kepedulian dan respons cepat yang ditunjukkan Bupati Natuna dalam menangani persoalan yang dihadapi warga.

“Atas nama masyarakat Desa Kelanga, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang bergerak cepat membantu warga kami,” ucap Asmuri.

Meski bantuan air bersih telah mulai disalurkan, Asmuri mengakui kebutuhan air masyarakat masih cukup besar. Ia memperkirakan dalam beberapa hari ke depan pihak desa kemungkinan kembali mengajukan bantuan distribusi air bersih.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar dapat berhemat menggunakan air, karena melihat kondisi cuaca saat ini kemungkinan musim kemarau masih akan berlangsung,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin membenarkan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Bupati Natuna.

“Iya benar, semalam Ibu Bupati menghubungi saya dan menyampaikan laporan dari Kepala Desa Kelanga terkait kondisi kekeringan ekstrem di sana. Menanggapi hal itu, beliau langsung memerintahkan kami untuk segera melakukan pendistribusian air bersih,” jelasnya saat ikut serta mengantarkan air bersih untuk warga Kelanga.

Sebagai langkah cepat penanganan darurat, Perumda Tirta Nusa langsung mengerahkan dua unit mobil tangki air bersih menuju Desa Kelanga.

“Tadi sudah kita berangkatkan dua mobil tangki ke sana. Mudah-mudahan bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Zaharuddin.

Ia menilai perhatian dan kepedulian Bupati Cen terhadap persoalan air bersih di Natuna sebenarnya sudah terlihat sejak lama, bahkan jauh sebelum menjabat sebagai kepala daerah.

“Dulu saat Ibu Cen masih menjadi anggota DPR RI, beliau sudah sangat konsen terhadap persoalan air bersih di Natuna. Sekarang setelah menjadi Bupati Natuna, perhatian beliau tentu semakin besar,” katanya.

Zaharuddin juga menjelaskan bahwa saat ini Perumda Tirta Nusa terus berupaya meningkatkan sistem jaringan distribusi air bersih di Natuna, termasuk mengajukan bantuan anggaran ke pemerintah pusat untuk pembangunan dan peremajaan jaringan pipa distribusi.

“Kami terus aktif mengajukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan dan peremajaan pipa distribusi PDAM, karena keterbatasan APBD membuat perbaikan jaringan belum bisa dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan untuk memperluas cakupan layanan dan memenuhi target akses air minum aman bagi masyarakat Natuna, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini masih rawan mengalami gangguan distribusi air bersih. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini