Miris, Pasien di Siantan Timur Terpaksa Diangkut Gunakan Tosa Karena Ambulance Bermasalah

0
23
FOTO : Pasien saat menaiki kendaraan roda tiga atau Tosa menuju Puskesmas Siantan Timur. Anambas

Bursakota.co.id, Siantan Timur – Gerimis tipis turun di pelabuhan kecil itu. Langit tampak muram, seolah ikut merasakan kepedihan yang dialami seorang pasien asal Desa Munjan pada hari itu.

Bukan sirene ambulance yang datang menjemput, melainkan deru pelan sebuah kendaraan roda tiga atau Tosa yang terpaksa dijadikan alat pengangkut pasien menuju Puskesmas Siantan Timur.

Pemandangan itu meninggalkan luka batin bagi warga yang menyaksikannya. Di tengah keterbatasan wilayah kepulauan, masyarakat hanya berharap pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat terakhir untuk menggantungkan harapan hidup.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, pasien harus bertaruh keselamatan di atas kendaraan bak terbuka dalam kondisi seadanya.

Peristiwa itu terjadi saat pasien baru tiba di pelabuhan dan membutuhkan penanganan medis secepatnya. Sayangnya, ambulance milik puskesmas tidak dapat digunakan karena mengalami masalah pada bagian ban yang kempes.

Dalam kondisi darurat, pihak puskesmas akhirnya meminta bantuan warga yang memiliki kendaraan Tosa untuk mengangkut pasien menuju fasilitas kesehatan tersebut.

“Saya dihubungi pihak puskesmas minta tolong bawakan pasien dari Desa Munjan yang baru sampai di pelabuhan menuju Puskesmas Siantan Timur, karena ban ambulans kempes,” ujar sopir Tosa yang membantu evakuasi pasien, Minggu (17/05/2026).

FOTO : Ambulance milik puskesmas tidak dapat digunakan karena mengalami masalah pada bagian ban yang kempes.

Dari pemandangan itu, pasien tampak dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka di tengah cuaca gerimis. Tidak ada kenyamanan, tidak ada perlindungan memadai, hanya harapan agar pasien segera tiba dan mendapat pertolongan.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Anambas, ambulance bukan sekadar kendaraan operasional. Ambulance adalah penyambung hidup bagi warga yang harus berpacu dengan waktu, jarak, dan cuaca demi mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ketika kendaraan itu tak lagi layak digunakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya pelayanan, tetapi juga nyawa manusia.

Kondisi ambulance Puskesmas Siantan Timur sendiri terlihat memprihatinkan. Pada bagian belakang kendaraan tampak sejumlah kerusakan dan karat yang menunjukkan minimnya perawatan terhadap armada pelayanan kesehatan tersebut.

Media ini sempat mencoba mengonfirmasi persoalan itu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Siantan Timur saat berpapasan di jalan. Namun, saat ditanya mengenai kondisi ambulance dan pelayanan kesehatan, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Aman bang,” jawabnya singkat.

Saat kembali ditanya terkait kondisi ambulance yang mengalami ban kempes dan disebut sudah faktor alam, Plt Kepala Puskesmas Siantan Timur enggan memberikan komentar lebih lanjut.

Kejadian ini pun memunculkan keprihatinan masyarakat terhadap minimnya perhatian terhadap fasilitas kesehatan di Kecamatan Siantan Timur

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sarana kesehatan, terutama ambulance yang menjadi kebutuhan vital dalam situasi darurat.

Sebab bagi masyarakat kecil di daerah kepulauan, sakit bukan hanya soal melawan rasa nyeri. Tetapi juga tentang bagaimana bertahan di tengah keterbatasan fasilitas yang seharusnya menjadi penyelamat terakhir mereka.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini