Warga Soroti Kondisi Ambulans Puskesmas Siantan Timur, Minta Penjelasan Transparan

0
9
FOTO : Ambulance milik Puskesmas Siantan Timur, Anambas

Bursakota.co.id, Anambas- Kondisi ambulance milik Puskesmas Siantan Timur kembali menjadi perhatian masyarakat setelah kendaraan tersebut sempat disebut tidak dapat digunakan saat proses evakuasi pasien asal Desa Munjan, namun beberapa jam kemudian kembali terlihat beroperasi, Minggu, (17/05/2026).

Peristiwa itu bermula ketika seorang pasien dari Desa Munjan harus dibawa menggunakan kendaraan roda tiga jenis Tosa menuju Puskesmas Siantan Timur. Sopir Tosa yang membantu proses evakuasi mengaku dirinya dihubungi pihak puskesmas untuk membantu mengantar pasien dari pelabuhan.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian warga sekitar yang mempertanyakan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Pasalnya, beberapa jam setelah kejadian, ambulans yang sebelumnya disebut tidak bisa digunakan itu kembali terlihat beroperasi di kawasan pelabuhan.

“Kalau memang rusak atau ban kempes, kenapa beberapa jam kemudian sudah bisa jalan lagi?” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar soal kendaraan operasional, tetapi menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat, terutama di wilayah kepulauan seperti Kecamatan Siantan Timur.

Warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Mereka juga meminta kesiapan ambulans dan fasilitas penunjang kesehatan lainnya lebih diperhatikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami hanya ingin pelayanan kesehatan benar-benar siap ketika masyarakat membutuhkan. Jangan sampai pasien kesulitan mendapatkan pertolongan,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Puskesmas Siantan Timur terkait alasan utama penyebab ambulance yang sebelumnya tidak dapat digunakan saat proses evakuasi pasien berlangsung dan selang beberapa jam ambulce bisa digunakan.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi fasilitas penunjang kesehatan di wilayah kepulauan yang dinilai masyarakat masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait kesiapan kendaraan operasional untuk pelayanan darurat pasien.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini