Disnaker Natuna dan PT Trias Buka Peluang Kerja ke Jepang, Peserta Wajib Kuasai Bahasa Jepang Level N4

0
43
Suasana sosialisasi dan rekrutmen program kerja ke Jepang yang digelar oleh PT Trias Insan Madani bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Natuna,

Natuna – Puluhan putra-putri Natuna mengikuti sosialisasi dan rekrutmen program kerja ke Jepang yang digelar oleh PT Trias Insan Madani bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Natuna, Rabu (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Natuna, Indra Joni, serta menghadirkan tim dari PT Trias Insan Madani yang memberikan penjelasan terkait peluang kerja di Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW) atau pekerja berketerampilan khusus.

Dalam sambutannya, Indra Joni menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut karena dapat menjadi salah satu solusi bagi generasi muda Natuna untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

“Kegiatan ini sangat positif karena membuka akses informasi dan kesempatan bagi putra-putri Natuna yang ingin mengembangkan diri serta berkarier di luar negeri melalui jalur yang resmi dan legal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Trias Insan Madani, Tan Siang, menjelaskan bahwa pihaknya hadir di Natuna untuk memperkenalkan peluang kerja di Jepang sekaligus memberikan pemahaman mengenai tahapan yang harus dilalui calon pekerja sebelum memperoleh visa kerja.

Menurutnya, Jepang saat ini masih membutuhkan tenaga kerja asing di berbagai sektor sehingga menjadi peluang yang sangat baik bagi generasi muda Indonesia, termasuk dari Kabupaten Natuna.

“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Natuna untuk bekerja di Jepang. Melalui program ini peserta akan mendapatkan informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, pelatihan bahasa Jepang, hingga proses keberangkatan,” kata Tan Siang.

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama untuk memperoleh visa kerja di Jepang adalah memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal level N4.

Untuk mencapai kemampuan tersebut, peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Jakarta selama kurang lebih enam bulan.

Selain pembelajaran bahasa Jepang, para peserta juga akan mendapatkan pembekalan budaya kerja, etika, kedisiplinan, serta keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang dibutuhkan di Jepang.

Adapun syarat umum yang ditetapkan bagi calon peserta program ini adalah lulusan SMA atau SMK sederajat dengan rentang usia 18 hingga 30 tahun.

Peserta juga harus memiliki kesehatan fisik yang baik serta kesiapan mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan seleksi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai sektor pekerjaan yang tersedia di Jepang, seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, perhotelan, hingga perawatan lansia.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban pekerja migran Indonesia, prosedur keberangkatan yang legal, serta pentingnya mempersiapkan kemampuan bahasa sebagai modal utama untuk beradaptasi dan bekerja di Jepang.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan dalam sesi diskusi.

Mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai peluang kerja, persyaratan kemampuan bahasa, besaran penghasilan, fasilitas yang diperoleh pekerja, hingga jenjang karier yang dapat diraih setelah bekerja di Jepang.

Perwakilan PT Trias Insan Madani juga menegaskan bahwa program yang ditawarkan merupakan jalur resmi yang telah sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Jepang.

Karena itu, peserta diimbau untuk berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak memiliki kejelasan legalitas.

Sementara itu, perwakilan PT Trias Insan Madani di Natuna, Doenan, mengatakan pihaknya akan terus memperluas sosialisasi program tersebut agar informasi peluang kerja ke Jepang dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya para lulusan SMA dan SMK di Natuna.

Menurutnya, masih banyak generasi muda yang memiliki potensi besar namun belum mengetahui adanya peluang bekerja secara legal dan profesional di luar negeri.

“Kami akan terus menyosialisasikan peluang kerja ini kepada putra-putri Natuna, baik melalui media sosial maupun dengan turun langsung ke sekolah-sekolah. Kami hanya bisa menjembatani, selebihnya ada pada niat dan keseriusan calon pekerja,” ujar Doenan.

Ia menambahkan, keberhasilan mengikuti program kerja ke Jepang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kedisiplinan, kemauan belajar, serta komitmen peserta selama menjalani proses pelatihan.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak putra-putri Natuna yang mampu bersaing di pasar kerja internasional dan memperoleh pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal untuk membangun daerah ketika kembali ke tanah air.

Melalui kegiatan ini, Disnakertrans Natuna berharap semakin banyak generasi muda daerah yang mampu memanfaatkan peluang kerja internasional untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman, dan kesejahteraan keluarga.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat Natuna sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini