
Natuna – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Kapolres Menyapa yang digelar di Cafe Ranai Square, Rabu (3/6/2026).
Melalui konsep dialog santai sambil ngopi, Polres Natuna menghadirkan ruang komunikasi terbuka antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, BPJS Kesehatan, Jasa Raharja, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga komunitas transportasi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, tersebut menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan yang kerap dihadapi masyarakat, khususnya terkait penanganan korban kecelakaan lalu lintas dan jaminan kesehatan.
Dalam sambutannya, Kapolres Natuna menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap mendengar aspirasi dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada.
“Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat. Jika ada persoalan yang selama ini menjadi kendala, mari kita cari solusi bersama. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita semua,” ujar AKBP Novyan Aries Efendie.
Diskusi berlangsung dinamis selama hampir tiga jam. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan peserta, mulai dari mekanisme penjaminan korban kecelakaan lalu lintas, perbedaan tanggungan BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja, hingga pentingnya edukasi keselamatan berkendara bagi kalangan pelajar dan generasi muda.
Perwakilan Jasa Raharja menjelaskan bahwa korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan atau lebih memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, untuk kecelakaan tunggal, pembiayaan perawatan menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan bagi peserta yang aktif. Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta karena masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme penjaminan korban kecelakaan.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan menekankan pentingnya kepesertaan yang aktif dan kelengkapan administrasi agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dari hasil dialog tersebut, lahir sejumlah komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya adalah percepatan penerbitan laporan polisi dalam waktu kurang dari 1×24 jam setelah kejadian, penguatan konektivitas data antara Polres Natuna, Jasa Raharja, dan BPJS Kesehatan, serta peningkatan sosialisasi mengenai hak-hak korban kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polres Natuna, AKP Erwan Toni, juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan edukasi dan penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, seperti penggunaan knalpot brong, aksi balap liar, melawan arus, hingga tidak menggunakan helm berstandar nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Polres Natuna turut melakukan uji coba layanan darurat 110 Polri guna mengukur kecepatan respons petugas dalam menerima serta menindaklanjuti laporan masyarakat.
Melalui kegiatan Kapolres Menyapa, Polres Natuna menunjukkan pendekatan humanis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dari suasana dialog yang santai dan terbuka, lahir berbagai gagasan, pemahaman, serta komitmen bersama untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas dan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Natuna.
Editor : Papi












