Anggaran Belum Masuk, Tiga Dapur MBG di Natuna Setop Distribusi, Ribuan Penerima Manfaat Terdampak

0
141
Foto ilustrasi penghentian sementara pendistribusian MBG di bener dapur sppg di Natuna

Natuna – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian distribusi dilakukan karena anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum masuk ke rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program di daerah.

Kepala SPPG Bunguran Selatan, Athariq Falyan Mawandi, S.I.Kom, mengatakan pihaknya terpaksa menghentikan pendistribusian makanan bergizi mulai Jumat (12/6/2026) karena saldo operasional yang digunakan untuk menjalankan program belum mendapatkan penambahan dana dari BGN pusat.

“Penghentian distribusi MBG terpaksa kami lakukan mulai besok karena memang dari BGN belum melakukan top up anggaran tersebut,” ujar Athariq.

Menurutnya, hingga saat ini pihak SPPG belum menerima penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pencairan anggaran maupun jadwal penyalurannya.

“Informasi kapan dilakukan top up oleh BGN pusat pun kami belum terima. Sampai hari ini kami belum mengetahui alasan pasti kenapa anggaran tersebut belum disalurkan,” katanya pada Kamis (11/06/2026).

Athariq menegaskan penghentian sementara distribusi MBG di wilayahnya tidak disebabkan oleh faktor lain. Menurutnya, kendala yang terjadi murni berkaitan dengan belum tersedianya anggaran operasional.

“Program akan diberhentikan sementara sampai anggaran itu turun,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem pendanaan MBG menggunakan rekening virtual account yang dikelola masing-masing SPPG. Dalam kondisi normal, apabila saldo rekening berada di bawah batas minimal tertentu, BGN pusat akan melakukan pengisian ulang atau top up anggaran.

“Misalnya saldo virtual account kami berada di bawah Rp100 juta, biasanya akan dilakukan top up oleh BGN pusat. Namun untuk saat ini dana tersebut belum masuk dan kami belum mengetahui kendalanya,” jelas Athariq.

Akibat penghentian sementara tersebut, lebih dari seribu penerima manfaat yang berada dalam wilayah layanan SPPG Bunguran Selatan terdampak. Mereka terdiri dari peserta didik dan kelompok sasaran penerima manfaat lainnya yang selama ini memperoleh layanan makanan bergizi dari program MBG.

Meski demikian, pihaknya memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memperoleh kepastian terkait kelanjutan program.

“Intinya kami menunggu arahan dari pusat sambil terus berkoordinasi dengan pihak BGN, baik Koordinator Wilayah Natuna maupun koordinator di tingkat provinsi,” ujarnya.

Terkait pemberitahuan kepada penerima manfaat, Athariq mengatakan informasi penghentian sementara telah disampaikan melalui Asisten Lapangan (Aslap) kepada sekolah-sekolah dan kelompok penerima manfaat.

“Sudah kami sampaikan secara lisan melalui grup penerima manfaat agar mereka mengetahui kondisi yang sedang terjadi,” katanya.

Ia berharap dukungan dan pengertian dari seluruh pihak agar persoalan keterlambatan anggaran dapat segera teratasi sehingga program kembali berjalan normal.

“Kami berharap doa dan dukungan dari seluruh penerima manfaat agar dana dari BGN pusat segera turun dan program ini dapat kembali dilaksanakan seperti biasanya,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator MBG Wilayah Kabupaten Natuna dari Badan Gizi Nasional (BGN), Lutshia Widi Febiana, membenarkan adanya penghentian sementara distribusi MBG di sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna.

“Iya benar, dikarenakan anggaran belum masuk ke rekening SPPG,” ujarnya melalui pesan singkat.

Lutshia mengungkapkan terdapat tiga SPPG yang menghentikan sementara operasional distribusi MBG, yakni SPPG Bunguran Selatan, SPPG Bunguran Batubi, dan SPPG Bunguran Utara.

Menurutnya, hingga saat ini pihak BGN daerah juga belum menerima informasi lebih lanjut mengenai jadwal pencairan anggaran maupun kapan program dapat kembali berjalan.

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari atasan,” katanya.

Ia meminta seluruh Kepala SPPG untuk terus memantau rekening operasional masing-masing dan segera menyampaikan perkembangan terbaru kepada sekolah maupun penerima manfaat apabila dana telah masuk.

“Kami meminta KaSPPG terus memantau dana yang masuk ke rekening SPPG dan menyampaikan informasi ini kepada seluruh penerima manfaat,” ujarnya.

Meski distribusi dihentikan sementara, program MBG di Kabupaten Natuna dipastikan tidak dihentikan. Pelaksanaan program akan kembali berjalan setelah anggaran operasional dari BGN tersedia dan masuk ke rekening masing-masing SPPG.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai waktu pencairan anggaran dari BGN pusat. Akibat kondisi tersebut, ribuan penerima manfaat di wilayah layanan tiga SPPG di Kabupaten Natuna untuk sementara belum dapat menerima layanan Makan Bergizi Gratis sebagaimana biasanya. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini