Kenang Kudatuli, DPC PDIP Kota Baubau Gelar Dialog Publik Soroti Demokrasi, PSN dan Desentralisasi Politik

0
25
FOTO : DPC PDI Perjuangan Kota Baubau memperingati Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) dengan menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan aksi pembakaran lilin di depan pelataran Jalan Jendral Sudirman Kota Baubau Senin malam (27/7/2026).

Bursakota.co.id, Baubau – DPC PDI Perjuangan Kota Baubau memperingati Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) dengan menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan aksi pembakaran lilin di depan pelataran Jalan Jendral Sudirman Kota Baubau Senin malam (27/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Baubau Yumardin., S.K.M., M.Kes dan dihadiri oleh kader partai, akademisi, pegiat demokrasi, aktivis Cipayung Plus, sebagai Narasumber juga para mahasiswa, serta masyarakat yang mengikuti jalannya refleksi sejarah demokrasi Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Baubau Yumardin., S.K.M., M.Kes mengatakan bahwa peringatan Kudatuli merupakan momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang demokrasi Indonesia sekaligus memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai kebebasan, keadilan, dan supremasi hukum.

“Peristiwa Kudatuli mengajarkan bahwa demokrasi lahir dari perjuangan yang panjang. Karena itu, tugas kita hari ini adalah merawat demokrasi dengan menjaga ruang dialog, menghormati perbedaan pendapat, dan memastikan kebijakan publik berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Usai pembukaan, seluruh peserta menyalakan lilin sebagai simbol penghormatan kepada para pejuang demokrasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan reformasi bangsa. Suasana khidmat menyelimuti lokasi kegiatan sebelum forum dilanjutkan dengan dialog publik yang berlangsung secara terbuka dan interaktif.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas sejarah Kudatuli sebagai salah satu titik penting dalam perkembangan demokrasi Indonesia. Mereka menilai bahwa nilai-nilai perjuangan demokrasi tetap relevan di tengah berbagai tantangan politik dan pembangunan yang dihadapi saat ini.

Salah satu topik yang menjadi perhatian ialah pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Narasumber menekankan bahwa pembangunan strategis perlu dijalankan dengan mengedepankan partisipasi masyarakat, transparansi, penghormatan terhadap hak-hak warga, serta memperhatikan kondisi sosial dan kebutuhan daerah.

Selain itu, sistem desentralisasi politik juga menjadi bahan refleksi. Dalam dialog berkembang pandangan bahwa pelaksanaan otonomi daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk hubungan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah serta kapasitas daerah dalam menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Para peserta turut memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan pandangan mengenai penguatan demokrasi lokal, peningkatan partisipasi publik, dan pentingnya pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam perspektif dari kalangan akademisi, aktivis, dan mahasiswa.

Melalui peringatan Kudatuli ini, DPC PDI Perjuangan Kota Baubau berharap semangat perjuangan demokrasi tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi untuk memperkuat kehidupan demokrasi yang inklusif, konstitusional, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Laporan : Aan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini