
Natuna – Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 melalui Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Bandar Lampung membawa harapan baru bagi para pengusaha muda di daerah, termasuk di Kabupaten Natuna.
Harapan tersebut disampaikan Henderiyana, S.IP, mantan Ketua Umum BPC HIPMI Natuna sekaligus Wakil Dewan Pembina HIPMI Kepulauan Riau, yang mengikuti langsung jalannya Munas bersama jajaran BPD HIPMI Kepri.
Menurut Henderiyana, kepemimpinan baru HIPMI harus mampu menjadi jembatan bagi daerah-daerah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal investasi, akses pasar, dan pengembangan usaha.
“Natuna memiliki sumber daya yang sangat besar. Mulai dari sektor perikanan, kelautan, energi, hingga pariwisata. Namun potensi itu harus didukung dengan akses investasi dan jaringan usaha yang kuat. Kami berharap kepemimpinan Ade Jona dapat membuka jalan yang lebih luas bagi pengusaha daerah untuk berkembang hingga tingkat nasional,” ujarnya pada Senin (15/06/2026).
Sebagai daerah perbatasan yang berada di ujung utara Indonesia, Natuna selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Tingginya biaya logistik, keterbatasan konektivitas, serta akses pasar yang belum optimal menjadi sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku usaha lokal.
Meski demikian, Henderiyana menilai kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi pengusaha muda Natuna untuk berkembang dan bersaing.
“Pengusaha daerah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Mereka harus menjadi pelaku utama. HIPMI harus hadir sebagai wadah yang mampu mempertemukan potensi daerah dengan peluang investasi dan pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI selama ini telah menjadi salah satu organisasi strategis dalam mencetak pengusaha muda dan mendorong lahirnya wirausaha baru di berbagai daerah.
Karena itu, Henderiyana berharap kepengurusan BPP HIPMI yang baru dapat memperkuat perhatian terhadap daerah-daerah perbatasan yang memiliki potensi ekonomi besar, termasuk Natuna.
Menurutnya, pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi juga harus melibatkan daerah yang memiliki sumber daya unggulan.
“Jika daerah berkembang, maka ekonomi nasional juga akan semakin kuat. Natuna memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, dukungan investasi, dan keberpihakan terhadap pengusaha daerah,” tegasnya.
Henderiyana juga mengajak generasi muda Natuna untuk berani memulai usaha dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada di daerah.
I meyakini, dengan dukungan organisasi, pemerintah, dan dunia usaha, akan semakin banyak pengusaha muda Natuna yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Sudah saatnya putra-putri daerah tampil di garis depan. Saya berharap semakin banyak pengusaha muda Natuna yang naik kelas, memperluas jaringan, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Munas XVIII HIPMI dan terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI, harapan besar kini muncul dari berbagai daerah, termasuk Natuna, agar organisasi tersebut semakin berperan dalam mendorong investasi, membuka peluang usaha, dan melahirkan generasi pengusaha muda yang mampu bersaing di tingkat nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Bk/Dika)












