Simulasi Kapal Karam di Perairan Senoa Tutup Latihan SAR Natuna 2026

0
17
FOTO : Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menutup rangkaian Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan di Air Tahun 2026 dengan menggelar simulasi pencarian korban kapal karam di perairan Pulau Senoa, Rabu (15/7/2026).

Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menutup rangkaian Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan di Air Tahun 2026 dengan menggelar simulasi pencarian korban kapal karam di perairan Pulau Senoa, Rabu (15/7/2026).

Latihan yang dirancang menyerupai kondisi operasi nyata tersebut menguji kesiapan personel dalam merespons kecelakaan laut, mulai dari penerimaan laporan, koordinasi pencarian, hingga proses evakuasi korban.

Dalam skenario yang diperagakan, sebuah pompong wisata yang membawa 10 wisatawan mengalami kecelakaan di perairan Pulau Senoa. Delapan penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal wisata lain yang melintas, sementara dua orang dilaporkan hilang dan membutuhkan pertolongan segera.

Situasi darurat dimulai ketika ruang siaga Kantor SAR Natuna menerima laporan dari seorang warga yang menginformasikan terjadinya kecelakaan laut tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung mengaktifkan prosedur operasi pencarian dan mengerahkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU).

Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor SAR Natuna, Budiman, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa tim pertama bergerak menuju Pelabuhan Teluk Baruk, Desa Sepempang, untuk berkoordinasi dengan nelayan setempat sebelum melanjutkan pencarian ke arah Pulau Senoa menggunakan Landing Craft Rubber (LCR).

Sementara itu, tim kedua bersama personel penyelam diberangkatkan langsung ke lokasi kejadian menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Kantor SAR Natuna.

Dalam simulasi tersebut, SRU pertama berhasil menemukan satu korban dalam keadaan selamat. Dari informasi yang diperoleh, diketahui masih ada satu korban lain yang terakhir terlihat berada tidak jauh dari lokasi penemuan.

Berdasarkan petunjuk tersebut, tim penyelam segera melakukan pencarian bawah air. Sebanyak lima penyelam diturunkan untuk menyisir area yang dicurigai menjadi lokasi korban tenggelam.

Setelah melakukan penyelaman, tim akhirnya menemukan korban kedua pada kedalaman sekitar lima meter dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi ke permukaan dan diserahkan kepada petugas ambulans dari Puskesmas Ranai yang turut dilibatkan dalam latihan.

Budiman mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam latihan tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan teknis maupun koordinasi tim dalam menghadapi operasi SAR yang sesungguhnya.

“Terus asah keterampilan yang sudah dipelajari. Melalui latihan dan program yang ada, kami ingin memastikan pelayanan SAR yang cepat, tepat, dan profesional dapat diberikan kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.

Selain melibatkan personel SAR, latihan juga didukung tenaga medis dari Puskesmas Ranai sebagai bagian dari simulasi penanganan korban secara terpadu.

Dengan berakhirnya simulasi tersebut, rangkaian Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan di Air Tahun 2026 resmi ditutup. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kantor SAR Natuna dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai potensi kecelakaan dan kondisi darurat di wilayah perairan Natuna dan Anambas yang didominasi kawasan laut.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini