Tiga Hari Pasca Rumah Ambruk ke Laut, Korban Mengaku Belum Dapat Perhatian dari Pemerintah Desa

0
21
FOTO : Nora (27), pemilik rumah yang ambruk ke laut di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, tetap berjuang mencari nafkah dengan berjualan kue keliling, Kamis (6/8/2026).

Bursakota.co.id, Anambas – Tiga hari telah berlalu sejak rumah milik Nora (27), seorang penjual kue keliling di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, ambruk ke laut.

Namun, hingga kini, perempuan yang menghidupi dua anaknya itu mengaku belum menerima kunjungan maupun perhatian langsung dari Pemerintah Desa Nyamuk.

Musibah yang merenggut rumah satu-satunya yang telah dihuni keluarganya selama kurang lebih enam tahun itu tidak hanya menghilangkan tempat tinggal, tetapi juga menyisakan duka yang masih membekas.

Saat ditemui, Nora mengaku belum pernah didatangi Kepala Desa maupun perangkat desa sejak peristiwa nahas tersebut terjadi.

“Belum ada, Pak. Kepala desa ataupun staf desa belum ada yang datang,” ujar Nora saat ditanya apakah ada aparatur desa yang menjenguk keluarganya pascakejadian, Kamis (6/8/2026).

Pada hari kedua setelah rumah tersebut roboh, warga bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pos Siantan Timur dan pihak Kecamatan Siantan Timur bergotong royong membongkar sisa bangunan serta menyelamatkan material yang masih dapat digunakan.

Namun, menurut pengakuan Nora dan sejumlah warga, tidak terlihat satu pun aparatur Pemerintah Desa Nyamuk yang hadir dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Hal senada disampaikan orang tua Nora. Ia mengatakan, sejak hari pertama musibah hingga tiga hari setelah kejadian, bantuan dan perhatian justru datang dari masyarakat sekitar, petugas BPBD, serta pihak Kecamatan Siantan Timur.

“Yang datang membantu masyarakat, BPBD, dan pihak kecamatan. Dari pihak desa, sampai sekarang belum terlihat hadir,” ungkapnya.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan sikap Pemerintah Desa Nyamuk yang dinilai belum menunjukkan kepedulian terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah.

Bagi warga, kehadiran seorang kepala desa atau perangkat desa di tengah bencana bukan sekadar persoalan bantuan materi. Kehadiran itu dinilai menjadi bentuk empati, dukungan moral, dan tanggung jawab kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, trauma masih dirasakan Nora. Sebagai seorang ibu sekaligus penjual kue keliling yang menggantungkan penghasilan untuk menghidupi kedua anaknya, ia kini harus memikirkan bagaimana melanjutkan kehidupan setelah kehilangan rumah.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Nyamuk belum memberikan keterangan terkait pengakuan korban dan warga tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi Kepala Desa Nyamuk untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini