Acara Adat Meta’u’a Binawakili Siompu Sukses Digelar, Kadis Pariwisata Sultra Dorong Jadi Agenda Provinsi

0
15
Keterangan foto : Dr.M. Ridwan Badallah, S.Pd.,MM Kadis Pariwisata Sulawesi Tenggara saat hadiri acara adat Meta,u,a BINAWAKILI Siompu

Bursakota.co.id, Buton Selatan – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Dr.M. Ridwan Badallah, S.Pd.,MM mendorong pelaksanaan adat Meta’u’a masyarakat adat Binawakili di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, agar dapat menjadi salah satu agenda budaya tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal itu disampaikan Ridwan Badallah saat menghadiri langsung pelaksanaan acara adat Meta’u’a masyarakat adat Binawakili yang meliputi Desa Nggulanggula, Wakinamboro, Batuawu, Lapara, dan Tongali, tahun 2026.

Ridwan yang akrab disapa Pak RB menilai Meta’u’a memiliki nilai budaya yang luar biasa dan layak mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah daerah.

Menurutnya, tradisi yang diwariskan masyarakat adat Binawakili tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan identitas masyarakat Buton Selatan.

“Kegiatan adat Meta’u’a ini sangat luar biasa. Saya sampaikan, kegiatan ini tahun depan harus menjadi agenda Provinsi Sultra dan akan dianggarkan melalui Dinas Pariwisata Sultra,” ujar Ridwan.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi melalui Dinas Pariwisata Sultra akan mendorong agar tradisi dan kebudayaan lokal dapat terus diperkenalkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ridwan juga mengungkapkan rencana kunjungan Dinas Pariwisata Sultra ke China dalam waktu dekat. Dalam kesempatan tersebut, ia berencana memperkenalkan sejumlah adat dan tradisi yang berkembang di Buton Selatan.

“Dalam waktu dekat kami dari Dinas Pariwisata akan ke China. Insyaallah saya akan mempromosikan adat dan tradisi Buton Selatan,” katanya.

Ridwan menilai Buton Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat besar sebagai bagian dari sejarah dan kebudayaan Kepulauan Buton.

“Karena pusat budaya Kepulauan Buton ada di Buton Selatan,” pungkasnya.

Kehadiran pemerintah provinsi dalam kegiatan Meta’u’a diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan tradisi masyarakat adat Binawakili sebagai bagian dari kekayaan budaya Sulawesi Tenggara.

Laporan : Haris 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini