Bursakota.id, Anambas – Kelangkaan air bersih mulai menyulitkan warga di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, seiring mengeringnya sejumlah sumber air dan rusaknya mesin pompa yang selama ini menopang kebutuhan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Ayub, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat dengan menyiapkan tangki atau toren air di sejumlah desa yang mengalami kekurangan pasokan.
“Saya meminta dan berharap kepada dinas terkait, khususnya UPTD SPAM Anambas, untuk menyiapkan tangki-tangki air di beberapa desa yang memang kekurangan air sehingga masyarakat terbantu dan tidak kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” kata Ayub, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, kondisi di Jemaja berbeda dengan Pulau Siantan yang masih memiliki sumber air baku dan embung yang relatif dapat mendukung kebutuhan masyarakat.
Di Kecamatan Jemaja, sumber air baku dalam skala besar belum tersedia.
Kondisi itu diperparah dengan mengeringnya sumber air serta kerusakan mesin pompa. Sementara embung yang tersedia di Jemaja berukuran kecil sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan warga.
Ayub berharap pola penyaluran air yang telah dilakukan di Pulau Siantan juga diterapkan di Jemaja. Di Siantan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama SPAM menyalurkan air ke tangki-tangki umum untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Harapan kami, di Pulau Jemaja juga dapat dilakukan seperti itu,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut dalam jangka panjang, DPRD Anambas juga menyiapkan rencana mengaktifkan kembali instalasi penyediaan air di Dusun Dapit, Desa Ulu Maras.
Ayub mengatakan rencana tersebut akan disertai pengadaan jaringan pipanisasi dan mesin pompa baru. Fasilitas itu nantinya diharapkan dapat menjadi sumber pasokan air bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan di Kecamatan Jemaja.
“Dari Banggar dan Komisi III, untuk di Jemaja kami akan mengoperasikan PDAM di Dusun Dapit, Desa Ulu Maras. Kemudian akan ada pengadaan pipanisasi dan mesin pompa baru. Mudah-mudahan 2027 sudah bisa beroperasi,” katanya.
Ia menilai pembangunan sistem air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi Jemaja karena hingga kini masyarakat belum memiliki sumber air baku yang memadai.
“Kenapa kita beri perhatian juga di Pulau Jemaja ini karena belum adanya sumber air baku di sana sehingga warga betul-betul kesulitan,” kata Ayub.
Dengan pengaktifan kembali fasilitas air di Ulu Maras, pemerintah daerah dan DPRD berharap persoalan pasokan air bersih di Jemaja tidak lagi hanya ditangani ketika terjadi kekeringan, tetapi dapat diselesaikan melalui sistem penyediaan air yang lebih permanen dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. (BK/Jun)













