
Buton Selatan — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan Pemerintah Kota Baubau memperkuat koordinasi dalam mendorong pembangunan dan konektivitas antarwilayah di Pulau Buton. Hal itu mengemuka dalam kunjungan Wali Kota Baubau Yusran Fahim ke Rumah Jabatan Bupati Buton Selatan, Rabu (19/8/2026).
Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menyambut langsung kunjungan tersebut. Pertemuan keduanya membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, terutama sektor transportasi udara dan pembangunan infrastruktur.
Adios mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah di Pulau Buton perlu terus ditingkatkan mengingat keterhubungan antarwilayah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan.
“Saya sebagai Bupati Buton Selatan sangat berbahagia dikunjungi oleh Wali Kota Baubau. Kita harus bahu-membahu, terutama dalam membahas kepentingan masyarakat di Pulau Buton,” ujar Adios.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan layanan transportasi udara melalui Bandar Udara Betoambari di Baubau. Adios menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan penerbangan dengan pesawat berkapasitas besar, termasuk Boeing, untuk mempertahankan akses transportasi udara masyarakat di kawasan Pulau Buton.
Menurutnya, keberadaan bandara di wilayah Kota Baubau memiliki manfaat yang juga dirasakan masyarakat Buton Selatan. Karena itu, pengembangan konektivitas udara dinilai sebagai kepentingan bersama lintas daerah.
“Kita bersyukur meskipun bandar udara berada di Baubau, kami di Buton Selatan juga merasa memiliki. Baubau dan Buton Selatan merupakan satu kawasan yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Selain mempertahankan konektivitas penerbangan, pembicaraan juga mencakup rencana pengembangan Bandar Udara Betoambari, salah satunya melalui penambahan panjang landasan sekitar 400 meter.
Adios berharap pengembangan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pelayanan bandara sehingga lebih banyak jenis pesawat dapat beroperasi dan membuka akses penerbangan yang lebih luas bagi masyarakat di Pulau Buton.
“Harapan kita, bandara bisa dikembangkan sehingga pesawat-pesawat lainnya juga dapat masuk dan melayani masyarakat di wilayah Pulau Buton,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur darat, kedua pemerintah daerah juga membahas rencana pembangunan dan penyambungan ruas jalan dengan lebar sekitar 30 meter yang menghubungkan kawasan Batalyon 871 Lamaindo menuju wilayah Kota Baubau.
Rencana tersebut dinilai strategis untuk memperkuat akses antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan kawasan pemerintahan dan pusat-pusat pertumbuhan baru.
Adios menyebut pembangunan akses jalan tersebut juga berkaitan dengan kemudahan menuju kawasan Kantor Bupati Buton Selatan yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi.
“Daerah kita harus cepat membangun infrastruktur. Jangan dulu yang lain-lain. Infrastruktur harus menjadi perhatian agar daerah kita bisa segera mengalami perubahan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antarpemerintah daerah di Pulau Buton, khususnya dalam menghadirkan konektivitas transportasi dan infrastruktur yang saling terintegrasi.
Laporan : Haris












