
Natuna — Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, menyoroti terbatasnya konektivitas udara menuju Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Menurutnya, frekuensi penerbangan menuju Natuna perlu ditingkatkan. Selain itu, peluang membuka rute penerbangan langsung dari luar negeri juga layak dijajaki guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan Wamenlu saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Rabu (26/8/2026).
Wamenlu mengatakan, konektivitas udara menjadi salah satu persoalan strategis yang perlu mendapat perhatian serius. Akses transportasi yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, investasi hingga pengembangan pariwisata di wilayah perbatasan.
Ia mengingat kembali kondisi ketika penerbangan langsung Jakarta-Natuna masih tersedia dengan frekuensi yang lebih baik.
“Waktu saya sering ke sini, itu ada pesawat langsung dari Jakarta. Sekarang hanya flight seminggu sekali, jadi perlu ditingkatkan lagi flight-nya,” ujar Wamenlu.
Peluang Rute Internasional
Selain mendorong peningkatan frekuensi penerbangan domestik, Wamenlu juga membuka peluang untuk mengkaji penerbangan langsung dari negara lain menuju Natuna.
Ia menyebut Singapura sebagai salah satu negara yang berpotensi dijajaki untuk membuka konektivitas udara langsung dengan Natuna.
“Kalau bisa ada flight langsung dari negara lain. Misalnya kalau di Bandung ada flight dari Kuala Lumpur, mungkin bisa juga kita cari kemungkinan buat langsung dari Indonesia atau dari Singapura,” katanya.
Menurutnya, peluang tersebut layak dikaji mengingat Natuna memiliki potensi pariwisata yang besar. Konektivitas udara yang lebih baik akan mempermudah wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara untuk berkunjung.
“Potensi pariwisatanya luar biasa sekali di kawasan ini,” ujarnya.
Konektivitas Jadi Kunci
Wamenlu menilai penguatan konektivitas merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Natuna.
Sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan, transportasi memiliki peran vital dalam memperlancar mobilitas orang dan barang. Terbatasnya frekuensi penerbangan dapat menjadi salah satu kendala bagi sektor-sektor yang membutuhkan akses dan mobilitas tinggi.
Karena itu, penguatan konektivitas udara perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan Natuna secara menyeluruh.
Hal tersebut sejalan dengan sejumlah agenda yang turut dibahas Wamenlu selama kunjungan kerja, mulai dari pengembangan sektor kelautan dan perikanan, pembukaan akses pasar internasional, penguatan Pelabuhan Selat Lampa hingga pengembangan potensi pariwisata.
Pemkab Natuna Sambut Baik
Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai persoalan strategis di wilayah perbatasan tersebut.
Menurut Cen, kunjungan Wamenlu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat Natuna secara langsung kepada pemerintah pusat.
“Kita sangat berterima kasih Wamenlu sudah mengunjungi kita di perbatasan, menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Bupati. Kita berdoa semua apa yang kita inginkan itu bisa tercapai,” ujar Cen.
Cen berharap pembahasan yang dilakukan bersama Wamenlu tidak berhenti pada kunjungan dan diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan maupun program konkret untuk memperkuat konektivitas Natuna.
Jika peningkatan frekuensi penerbangan domestik serta peluang pembukaan rute internasional dapat direalisasikan, Natuna akan memiliki akses yang lebih terbuka menuju pusat-pusat ekonomi kawasan.
Kondisi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Natuna sebagai wilayah perbatasan sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi maritim masyarakat.
Editor : Papi












