Bursakota.co.id, Lingga — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Lingga, khususnya Desa Mamut, Kecamatan Senayang, mulai berdampak serius terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
Hujan yang tak kunjung turun hampir empat bulan membuat sejumlah sumur warga mengering, sehingga sebagian masyarakat terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan warga Desa Mamut, tetapi juga masyarakat di sejumlah desa sekitarnya.
Sumur yang selama ini menjadi sumber utama air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya mulai kehilangan persediaan air.
Warga Desa Mamut, Auzar, mengatakan sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari kini mulai mengering.
“Sumur sudah mulai mengering, airnya tidak ada, kering,” kata Auzar, Senin (13/9/2026).
Warga Antre Air hingga Tengah Malam
Kondisi sumur yang mengering membuat warga terpaksa mengantre untuk mendapatkan air. Bahkan, antrean dilakukan sejak pagi hingga tengah malam dan berlanjut pada waktu subuh.
Auzar menuturkan, sumur yang biasa digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum dan mandi kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga seperti sebelumnya.
“Kondisi tersebut membuat kami terpaksa antre menunggu air di sumur yang biasanya kami pakai untuk air minum dan juga mandi,” ujarnya.
Menurutnya, kesulitan air tidak hanya dirasakan kaum laki-laki. Para ibu rumah tangga juga harus ikut mengantre dengan membawa jeriken dan drum untuk mendapatkan persediaan air bersih.
Mereka rela menunggu giliran demi memperoleh air yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Persediaan Air Tampungan Mulai Habis
Selain mengandalkan sumur, masyarakat sebelumnya memanfaatkan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan memasak, mandi, dan keperluan sehari-hari lainnya.
Namun, akibat hujan yang tak kunjung turun, persediaan air tampungan tersebut kini mulai habis.
“Kemarau tahun ini kami betul-betul kesulitan air. Ada empat sumur yang biasanya terpenuhi, sekarang sudah mulai mengering semuanya,” ungkap Auzar.
Ia berharap hujan segera turun agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Semoga akhir tahun ini ada hujan turun supaya kami tidak lagi kesulitan dengan air,” harapnya.
Warga Harapkan Hujan Segera Turun
Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Desa Mamut dan sekitarnya membuat masyarakat harus mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sebagian warga mulai membeli air, sementara lainnya mengandalkan sumur yang masih memiliki persediaan air meski harus mengantre cukup lama.
Warga berharap kondisi tersebut segera berakhir dengan turunnya hujan, sehingga sumber air kembali terisi dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti biasa.
Kondisi ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat desa, terutama ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu panjang.(Bk/Iwan)













