Warga Serasan Keluhkan Pemadaman Listrik Tengah Malam, Minta PLN Terbuka Soal Gangguan

0
33
Kantor PLN Serasan di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Warga mengeluhkan pemadaman listrik yang berulang pada malam hingga dini hari dan berharap PLN memberikan informasi yang jelas setiap kali terjadi gangguan.

NATUNA – Pemadaman listrik yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari dikeluhkan warga di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi tersebut dinilai turut berdampak terhadap aktivitas usaha masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik.

Keluhan itu disampaikan salah seorang warga Serasan, JN,  melalui sambungan seluler, pada Selasa (22/9/2026).

JN mempertanyakan alasan pemadaman yang justru kerap terjadi pada tengah malam hingga menjelang pagi. Menurutnya, jika gangguan disebabkan kondisi tegangan atau beban puncak, masyarakat juga membutuhkan penjelasan mengapa pemadaman terjadi pada saat aktivitas penggunaan listrik secara umum sudah menurun.

“Kalau memang PLN mengalami tegangan puncak, kenapa pemadaman terjadi pada dini hari? Setahu kami, kondisi beban puncak biasanya terjadi sekitar sore sampai malam,” ujar JN.

Dalam sejumlah publikasi, PLN memang pernah menjelaskan periode beban puncak berada sekitar pukul 17.00 hingga 22.00, sementara beban listrik pada tengah malam hingga pagi hari lebih rendah. Namun, kondisi setiap sistem kelistrikan dapat berbeda sehingga penyebab pemadaman di Serasan tetap membutuhkan penjelasan dari PLN.

JN mengatakan, pemadaman di Serasan terjadi pada waktu yang tidak menentu. Namun, dalam beberapa kejadian, listrik padam pada tengah malam dan baru kembali menyala menjelang pagi.

“Umumnya tengah malam, jam satu, jam dua. Kadang sampai subuh, bahkan pernah jam empat mati dan sampai pagi belum hidup,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan bagi masyarakat karena listrik merupakan kebutuhan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi.

Ia mencontohkan pelaku usaha yang menggunakan peralatan listrik dalam kegiatan penjualan, seperti pedagang es dan usaha lainnya. Pemadaman yang berlangsung dalam waktu cukup lama dinilai dapat mengganggu proses produksi maupun aktivitas penjualan.

“Ini berdampak pada ekonomi masyarakat, salah satunya penjualan atau usaha-usaha lainnya,” katanya.

Selain persoalan pemadaman, JN juga menyoroti penyampaian informasi kepada masyarakat. Menurutnya, pelanggan membutuhkan informasi yang jelas setiap kali terjadi pemadaman, terutama mengenai penyebab gangguan dan perkiraan waktu listrik kembali menyala.

JN mengatakan masyarakat sebenarnya dapat memahami apabila pemadaman disebabkan gangguan teknis, seperti kerusakan mesin, gangguan jaringan, hewan yang mengenai jaringan listrik, maupun pohon atau dahan yang jatuh.

Namun, menurut dia, persoalan muncul ketika pemadaman terjadi tanpa informasi yang cukup kepada masyarakat.

“Harapan kami sebenarnya informasi. Kalau memang ada pemadaman, sampaikan pemadamannya karena apa,” ujarnya.

Ia menilai informasi tersebut penting agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dan tidak membuat dugaan sendiri mengenai penyebab pemadaman.

JN juga mengungkapkan bahwa informasi gangguan terkadang hanya disampaikan melalui status WhatsApp atau kanal tertentu. Kondisi itu dinilai belum menjangkau seluruh pelanggan yang membutuhkan informasi.

Karena itu, ia berharap pihak pengelola kelistrikan di Serasan dapat memperbaiki komunikasi dengan pelanggan, termasuk memastikan informasi pemadaman dapat diterima masyarakat secara lebih luas.

“Kalau ada gangguan jaringan atau mesin rusak, kami bisa memahami. Yang penting masyarakat diberi tahu apa penyebabnya,” katanya.

Menurut JN, keterbukaan informasi menjadi semakin penting karena pemadaman listrik tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap pelayanan kelistrikan di Serasan ke depan semakin stabil dan setiap gangguan dapat segera ditangani. Di sisi lain, masyarakat juga meminta adanya informasi yang jelas setiap kali terjadi pemadaman.

“Jadi bukan hanya listriknya yang kami harapkan stabil, tetapi kalau terjadi gangguan, tolong informasikan kepada masyarakat kenapa listrik padam,” tutupnya.

Untuk memperoleh penjelasan dari pihak PLN, konfirmasi telah diupayakan melalui pesan WhatsApp terkait keluhan pemadaman listrik di Kecamatan Serasan.

Konfirmasi tersebut mencakup penyebab pemadaman yang terjadi pada malam hingga dini hari, kondisi sistem kelistrikan di Serasan, serta langkah penanganan yang dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari pihak PLN.

Ruang konfirmasi dan hak jawab tetap terbuka apabila pihak PLN memberikan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan maupun penyebab pemadaman di Kecamatan Serasan. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini