Jumat Curhat Kapolres Natuna Bahas Mutu Pangan, Distribusi Diminta Tetap Aman dan Lancar

0
12
FOTO : Jumat Curhat bersama Kapolres Natuna yang digelar di Kopi Jhon, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (25/9/2026) pagi.

Natuna — Kepolisian Resor (Polres) Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna, instansi terkait, pelaku usaha dan masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga mutu serta keamanan bahan pangan yang masuk ke wilayah Kabupaten Natuna.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolres Natuna yang digelar di Kopi Jhon, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (25/9/2026) pagi.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla. sebagai ruang dialog antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi teknis dan pelaku usaha terkait keberlangsungan distribusi sekaligus keamanan pangan di daerah kepulauan tersebut.

Dalam dialog itu, Kapolres Natuna menegaskan bahwa pengawasan terhadap bahan pangan yang masuk ke Natuna merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pangan yang beredar di tengah masyarakat harus memiliki mutu yang baik, layak konsumsi dan memenuhi aspek kesehatan serta keamanan.

“Yang paling utama adalah bagaimana bahan pangan yang sampai kepada masyarakat benar-benar bermutu, layak dikonsumsi dan sehat. Ini bukan semata-mata persoalan administrasi, tetapi menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Novyan.

Ia menjelaskan, Natuna memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan sekaligus kualitas bahan pangan. Jarak dengan daerah pemasok, ketergantungan terhadap transportasi laut dan kondisi cuaca menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi distribusi komoditas.

Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, aparat, instansi teknis serta pelaku usaha dinilai penting agar kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia tanpa mengabaikan standar kesehatan dan keamanan.

Kapolres juga menilai pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan pangan di Natuna. Pendekatan yang dikedepankan, kata dia, bukan semata-mata pengawasan, tetapi juga komunikasi, edukasi, pembinaan dan pencarian solusi bersama.

“Kita tidak ingin ada pihak yang merasa dipersulit. Kita ingin semua memahami bahwa tujuan akhirnya sama, yaitu masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman, sehat dan layak konsumsi, sementara distribusi dan aktivitas usaha tetap dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Pelaku Usaha Sampaikan Kendala Distribusi

Dalam dialog tersebut, sejumlah pelaku usaha turut menyampaikan kondisi yang mereka hadapi dalam mendatangkan komoditas pangan dari luar daerah.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah komoditas yang memiliki daya tahan relatif singkat, seperti bawang, cabai, sayuran dan buah-buahan.

Para pelaku usaha berharap komunikasi dan pembinaan dari instansi terkait dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga proses distribusi tetap berjalan lancar sekaligus memenuhi ketentuan keamanan dan kesehatan pangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelayanan Karantina Iwan Setiawan menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap komoditas pangan merupakan bagian dari upaya perlindungan sumber daya hayati.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan maupun penyakit yang berpotensi memberikan dampak terhadap wilayah Natuna.

Menurutnya, proses pemeriksaan bukan dimaksudkan untuk menghambat aktivitas perdagangan masyarakat, melainkan memastikan komoditas yang masuk memiliki jaminan keamanan dan tidak membawa risiko bagi lingkungan maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Allazi menekankan pentingnya penguatan sistem transportasi dan distribusi logistik untuk menjaga kelancaran pasokan kebutuhan pokok.

Konektivitas transportasi, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat Natuna dapat dipenuhi secara berkelanjutan, mengingat karakteristik wilayah Natuna sebagai daerah kepulauan.

Pangan Bukan Sekadar Komoditas

Jumat Curhat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan disampaikan secara terbuka oleh pelaku usaha dan instansi terkait dengan semangat mencari solusi terhadap persoalan distribusi pangan di Natuna.

Kapolres Natuna berharap forum komunikasi semacam itu dapat terus dilakukan sehingga persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan sinergi.

“Pangan bukan hanya tentang barang yang sampai di pasar. Di dalamnya ada kesehatan keluarga, keselamatan masyarakat dan keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Karena itu, mari kita jaga bersama dari hulu sampai ke tangan masyarakat,” tutur Novyan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Natuna bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan pelaku usaha berkomitmen membangun ekosistem distribusi pangan yang aman, sehat, bermutu dan lancar.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas distribusi secara bertanggung jawab.

Menjaga kualitas pangan berarti menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat Natuna.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini