
Pekanbaru, Bursakota.co.id – Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Living World Pekanbaru, 25–27 September 2026. Kegiatan yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Pekanbaru itu mencatat transaksi penjualan ritel mencapai Rp170 juta serta peluang kesepakatan bisnis lebih dari Rp300 juta.
Sebanyak 33 UMKM mitra binaan Pertamina dari sejumlah wilayah di Regional Sumbagut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya berasal dari Riau, para pelaku UMKM yang hadir juga datang dari provinsi sekitar, termasuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Secara keseluruhan, pelaksanaan SMEXPO mencatat nilai transaksi lebih dari Rp370 juta, yang berasal dari penjualan produk secara langsung maupun potensi kerja sama bisnis business to business (B2B).
Salah satu peluang kerja sama tersebut diperoleh Raja Patin, UMKM milik Tri Handayani. Melalui kegiatan temu bisnis yang menjadi bagian dari Pertamina SMEXPO, Raja Patin memperoleh kesepakatan dengan jaringan ritel Indomaret dan Alfamart dengan estimasi nilai pembelian mencapai Rp200 juta.
“Pertamina bukan hanya memberikan bantuan, tetapi benar-benar mendampingi kami dari proses pengembangan usaha sampai membuka akses pasar yang lebih luas,” ujar Tri Handayani.
Menurut Tri, pendampingan Pertamina selama ini tidak hanya berupa dukungan permodalan, tetapi juga pelatihan dan akses terhadap calon pembeli atau buyer perusahaan.
“Bagi kami, Pertamina bukan hanya mitra, tetapi bagian dari perjalanan tumbuhnya usaha Raja Patin,” imbuhnya.
Pemko Pekanbaru Apresiasi Dukungan Pertamina
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi penyelenggaraan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026. Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan para pelaku UMKM. Kehadiran kami di Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 ini juga sebagai bentuk dukungan kami kepada para pelaku UMKM yang hadir,” ungkap Agung.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Group yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina Group yang telah menjadi bapak angkat UMKM kami. Kegiatan Pertamina SMEXPO Pekanbaru tidak hanya heboh di Living World saja, ketika kami turun ke kelurahan pun, masyarakat bercerita bahwa Pertamina melaksanakan expo untuk UMKM,” katanya.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan semacam ini menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Pertamina Bina Lebih dari 10 Ribu UMKM di Sumbagut
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk mendorong pelaku usaha agar semakin berkembang.
Menurutnya, Pertamina telah menjalankan Program Kemitraan untuk mendukung UMKM sejak 1993. Pembinaan dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari permodalan, sertifikasi, workshop, hingga pengembangan kapasitas usaha.
“Pertamina sendiri sudah memiliki Program Kemitraan untuk memajukan UMKM sejak tahun 1993. Sejak tahun itu pula Pertamina telah melaksanakan daya dan upaya untuk mendorong UMKM naik kelas, mulai dari permodalan, sertifikasi, workshop, dan masih banyak pembinaan lainnya telah diberikan Pertamina,” terang Fahrougi.
Di Regional Sumbagut, Pertamina disebut telah membina lebih dari 10.000 UMKM. Sementara khusus wilayah Riau, jumlah UMKM yang mendapat pembinaan mencapai lebih dari 1.500.
Fahrougi menjelaskan, Pertamina SMEXPO juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, UMKM diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka.
“Semoga UMKM semakin berkembang dengan jaringan penjualan yang semakin luas sebagai andil menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” tutup Fahrougi.
Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan bantuan permodalan. Akses pasar, temu bisnis, sertifikasi, peningkatan kapasitas, dan jejaring usaha menjadi bagian penting agar produk UMKM dapat menembus pasar yang lebih luas.
Penyelenggaraan Pertamina SMEXPO juga disebut sejalan dengan Asta Cita pemerintahan, khususnya agenda meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.
Melalui kegiatan tersebut, Pertamina mendorong UMKM binaannya untuk tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan naik kelas melalui perluasan pasar serta penguatan jejaring bisnis.
Editor : Papi












