Buton Selatan, Bursakota.co.id – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mendapatkan tambahan satu armada kapal penyeberangan, yakni KMP Prima Satu, untuk memperkuat pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Pulau Siompu dan Kadatua.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buton Selatan, La Ode Muhammad Ilmayang Amli, S.H., mengatakan tambahan armada tersebut merupakan hasil koordinasi dan presentasi pemerintah daerah bersama pihak kementerian dan Direktorat ASDP.
“Alhamdulillah, hasil presentasi kita di kementerian bersama direktur ASDP menghasilkan sesuatu yang positif untuk Buton Selatan. Kita mendapatkan penambahan satu armada, yaitu KMP Prima Satu,” kata Ilmayang. Kamis, 22-10-2026.
Menurutnya, KMP Prima Satu memiliki ukuran gross tonnage (GT) lebih besar dibandingkan kapal yang sebelumnya melayani lintasan tersebut.
Meski demikian, kapal tambahan itu belum dapat langsung beroperasi karena masih ada sejumlah persiapan yang harus diselesaikan bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau, KSOP, dan Balai Pengelola Transportasi Darat.
Persiapan tersebut meliputi pembahasan subsidi, survei lintasan, serta kesiapan fasilitas pelabuhan. Salah satu perhatian utama adalah pembersihan kolam labuh di Pelabuhan Bandar Batauga agar kapal dapat bersandar dengan aman.
Ilmayang mengatakan pemerintah daerah telah menganggarkan pembersihan kolam labuh untuk mendukung kelancaran operasional kapal tambahan.
Dishub Buton Selatan merencanakan pembagian layanan kedua kapal untuk melayani Pulau Siompu dan Kadatua. Penentuan kapal pada masing-masing lintasan akan mempertimbangkan volume permintaan jasa penyeberangan.
“Kalau volume permintaan jasa lebih besar di Siompu, kapal dengan gross tonnage lebih besar akan dialihkan ke Siompu. Sementara kapal satunya kemungkinan melayani Kadatua,” jelasnya.
Namun, skema pembagian rute tersebut masih akan dimatangkan melalui rapat bersama pemerintah daerah, ASDP, KSOP Baubau, dan Balai Pengelola Transportasi Darat.
Ilmayang optimistis penambahan armada dapat memenuhi kebutuhan penyeberangan berdasarkan data pelayanan yang dimiliki Dishub.
Selama ini, keterbatasan armada menyebabkan penumpang dan kendaraan menunggu lama di pelabuhan. Bahkan, sebagian penumpang harus bermalam karena belum terangkut.
Menurutnya, penambahan kapal juga penting untuk memperlancar distribusi barang kebutuhan masyarakat. Jika penyeberangan terhambat, biaya distribusi berpotensi meningkat dan berdampak pada harga barang di Pulau Siompu dan Kadatua.
Ia berharap kehadiran armada tambahan dapat memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi laut.
PAD Penyeberangan Capai Rp150 Juta
Selain meningkatkan pelayanan, Ilmayang menyebut sektor penyeberangan turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buton Selatan.
Ia mengungkapkan, penerimaan yang sebelumnya sekitar Rp50 juta per tahun kini telah mencapai Rp150 juta pada tahun ini.
Target PAD juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya Rp125 juta menjadi Rp150 juta, dan kini diarahkan mencapai Rp175 juta.
Ilmayang berharap peningkatan pelayanan penyeberangan dapat mendukung optimalisasi penerimaan daerah sekaligus menjawab kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan.
Dishub Usulkan Lintasan Baru Batu Atas
Selain penambahan armada, Dishub Buton Selatan juga tengah mengusulkan lintasan penyeberangan baru menuju Pulau Batu Atas.
Menurut Ilmayang, usulan tersebut masih dalam tahap persiapan dan membutuhkan dukungan data serta dokumen sebelum dibahas lebih lanjut.
Hingga kini, jadwal operasional KMP Prima Satu masih menunggu penyelesaian persiapan teknis, pembahasan subsidi, survei lintasan, dan kesiapan fasilitas pelabuhan.
Laporan : Haris













