Bupati Iskandarsyah Ambil Langkah Cepat Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg di Karimun

0
13

Karimun, bursakota.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun merespons cepat keluhan masyarakat terkait antrean dan kelangkaan gas LPG 3 Kg.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, langsung turun tangan mengambil langkah terukur untuk menuntaskan akar permasalahan distribusi di wilayah kepulauan Karimun.

Melalui Rapat Koordinasi Distribusi LPG 3 Kg pada Selasa (27/10), Pemkab Karimun memetakan masalah utama yang selama ini memicu kelangkaan.

Hasil inspeksi lapangan menunjukkan pasokan kuota sebenarnya masih mencukupi, yakni telah terealisasi 5.465,04 MT dari total target 6.617 MT hingga September 2026.

Keterangan foto: Kabid ESDM Disperindag Kabupaten Karimun Vandarones Purba saat memaparkan terkait kondisi tabung LPG 3 Kg saat Rapat kordinasi

Kendala utama justru bersumber dari penumpukan 29.110 tabung rusak (afkir) di gudang agen, rumitnya birokrasi kepabeanan, serta kendala logistik pelayaran antar-pulau.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan frekuensi pengiriman ke sejumlah wilayah, seperti Pulau Kundur yang sempat turun dari 4–5 kali menjadi 2–3 kali seminggu.

Hal ini berimbas pada pasokan bagi masyarakat umum serta 26.698 pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Karimun.

Bupati Karimun Iskandarsyah bersama stakeholder dan dinas terkait saat rapat kordinasi terkait Gas LPG 3 Kg.

Menanggapi krisis tersebut, Bupati Iskandarsyah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan memberikan solusi nyata secara komprehensif.

“Saya sangat memahami dan merasakan keresahan warga serta pelaku UMKM kita yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Masalah utamanya ada pada puluhan ribu tabung yang rusak dan rantai distribusi yang terhambat birokrasi. Ini tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Guna menyelesaikan persoalan tersebut dari hulu ke hilir, Bupati menginstruksikan dua langkah strategis jangka panjang.

Mendorong pendirian BPT langsung di Karimun agar perbaikan tabung rusak tidak perlu lagi dikirim ke Batam atau Tanjung Uban.

Rapat koordinasi distribusi LPG 3 KG di Karimun.

Berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Pertamina untuk memberikan kelancaran arus keluar-masuk tabung di zona FTZ, sehingga waktu tunggu perbaikan dapat dipangkas hingga 80 persen.

“Saya pastikan pemerintah daerah hadir untuk menjaga dapur masyarakat dan UMKM kita tetap mengepul,” tegasnya.

Sebagai penanganan jangka pendek, Bupati telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan para agen untuk mempercepat perbaikan 5.000 hingga 7.500 tabung per bulan.

Selain itu, penambahan armada kapal pengangkut juga disiapkan untuk memulihkan jadwal pengiriman antar-pulau. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini