Langkah Sederhana, Cen Sui Lan Libatkan Seluruh OPD Tanam Bunga Kertas Percantik Wajah Kota

0
20
FOTO : Bupati Natuna Cen SuiL melakukan gerakan penanaman bunga kertas di sepanjang Jalan Batu Sisir, Ranai, Jumat (30/10/2026).

Natuna – Wajah sebuah kota tidak hanya dibentuk oleh gedung-gedung pemerintahan, jalan yang terbentang, atau ramainya aktivitas masyarakat. Keindahan juga tumbuh dari ruang-ruang hijau, pepohonan, dan bunga yang menghiasi sudut-sudut kota.

Semangat itulah yang mulai dihadirkan Pemerintah Kabupaten Natuna melalui gerakan penanaman bunga kertas di sepanjang Jalan Batu Sisir, Ranai, Jumat (30/10/2026).

Langkah sederhana ini menjadi bagian dari upaya menata wajah ibu kota Kabupaten Natuna agar semakin hijau, asri, dan nyaman dipandang.

Di tengah aktivitas perkotaan, deretan bunga kertas diharapkan kelak memberi warna baru bagi jalan-jalan di Ranai. Bukan sekadar menambah tanaman, tetapi menghadirkan suasana yang lebih hidup bagi warga maupun siapa pun yang berkunjung ke daerah perbatasan tersebut.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyebut penanaman bunga kertas ini sebagai langkah awal atau proyek percontohan (pilot project) untuk mempercantik kawasan perkotaan. Penataan akan dimulai dari kawasan Simpang Lima, sebelum diperluas secara bertahap ke sejumlah ruas jalan lainnya.

“Ini adalah pohon bunga kertas. Kita harapkan dengan penanaman ini nantinya dapat memperindah Kota Ranai. Pilot project pertama kita mulai dari Jalan Simpang Lima. Setelah ini, kita harapkan penanamannya bisa diperbanyak,” ujar Cen Sui Lan.

Gerakan tersebut tidak hanya menjadi pekerjaan satu instansi. Pemerintah Kabupaten Natuna melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dengan kewajiban masing-masing OPD menanam sedikitnya lima pokok bunga kertas.

Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko, turut hadir bersama sejumlah kepala OPD dan jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan lintas perangkat daerah ini diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kota, sekaligus membangun kebiasaan menjaga keindahan ruang publik secara bersama-sama.

Cen menjelaskan, tanaman yang ditanam merupakan sumbangsih dari masing-masing OPD, kepala badan, para asisten, hingga kepala bagian di lingkungan Pemkab Natuna. Dengan demikian, penghijauan ini menjadi bentuk partisipasi bersama, bukan semata-mata program yang dikerjakan oleh satu dinas.

Bagi pemerintah daerah, penataan kota juga memiliki target jangka panjang. Cen menyampaikan bahwa gerakan penanaman bunga kertas tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan perkotaan menjelang agenda pada 2028 mendatang.

Namun, keindahan kota tentu tidak cukup dibangun melalui seremoni penanaman. Bunga-bunga yang kini mulai ditanam perlu dirawat, disiram, dan dijaga agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat sebagaimana diharapkan.

Di situlah keberlanjutan program akan diuji. Penataan yang dimulai dari Simpang Lima diharapkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi gerakan penghijauan yang konsisten dan menjangkau lebih banyak sudut Kota Ranai.

Jika dirawat secara berkelanjutan, bunga-bunga kertas itu kelak bukan hanya menjadi penghias jalan. Ia dapat menjadi penanda perubahan wajah kota—bahwa keindahan Ranai dibangun melalui kepedulian, kebersamaan, dan komitmen menjaga lingkungan.

Dari Jalan Batu Sisir, langkah kecil itu dimulai. Harapannya, suatu hari nanti Ranai tidak hanya dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Natuna di beranda utara Indonesia, tetapi juga sebagai kota yang tertata, hijau, dan nyaman untuk ditinggali.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini