Menanam Mangrove, Menjaga Masa Depan Pesisir: HNSI Lingga dan Warga Senempek Bergerak Bersama

0
28
FOTO : Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga bersama masyarakat setempat menggelar aksi penanaman mangrove, Minggu (1/11/2026)

Lingga – Di pesisir Senempek, Kecamatan Lingga Utara, kepedulian terhadap alam diwujudkan melalui langkah sederhana namun bermakna. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga bersama masyarakat setempat menggelar aksi penanaman mangrove, Minggu (1/11/2026), sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini membawa pesan bahwa semangat menjaga tanah air tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan dan persatuan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Mangrove menjadi salah satu benteng alami bagi kawasan pesisir. Akar-akarnya membantu menahan tanah, mengurangi risiko abrasi, serta meredam hantaman gelombang laut. Lebih dari itu, kawasan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut dan satwa, termasuk burung yang menjadikan pesisir sebagai tempat singgah.

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove memiliki arti penting. Kelestarian ekosistem tersebut turut mendukung kehidupan nelayan, menjaga keseimbangan alam, dan mempertahankan lingkungan tempat masyarakat menggantungkan penghidupan.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Lingga, melalui perwakilannya, Joko, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Limbung, khususnya masyarakat Dusun Senempek, atas kerja sama serta sambutan yang diberikan dalam kegiatan tersebut.

Joko mengatakan, penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap konservasi alam, terutama dalam menjaga kawasan pesisir Lingga agar tetap lestari.

Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah atau lembaga tertentu. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, agar kesadaran menjaga alam tumbuh menjadi kebiasaan bersama.

Aksi penanaman ini juga sejalan dengan berbagai program konservasi yang terus didorong pemerintah dan lembaga lingkungan di Indonesia. Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Sebelumnya, kegiatan konservasi mangrove di wilayah Senempek juga pernah dilakukan DPC HNSI Lingga bersama Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI), dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pelestarian mangrove membutuhkan kesinambungan. Bibit yang ditanam hari ini perlu dirawat agar tumbuh, mengakar, dan kelak mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung alami pesisir.

Di Senempek, gerakan menanam mangrove menjadi lebih dari sekadar kegiatan lingkungan. Ia merupakan bentuk tanggung jawab terhadap alam dan generasi mendatang.

Semangat Sumpah Pemuda pun menemukan maknanya dalam aksi nyata. Ketika masyarakat, organisasi nelayan, dan generasi muda bergandengan tangan menjaga pesisir, harapan untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik bukan lagi sekadar wacana.

Dari Senempek, pesan itu tumbuh bersama mangrove: menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan esok hari.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini