
Lingga – Talenta muda sepak bola Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Empat pemain muda asal Bunda Tanah Melayu mendapat kesempatan tampil dalam ajang D2D Invitational 7-A-Side kategori U-14 yang berlangsung di SRC @ Ayer Rajah, Singapura, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026.
Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa potensi sepak bola daerah memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih luas, asalkan didukung pembinaan serta kesempatan bertanding.
Empat pemain asal Lingga yang tampil dalam turnamen tersebut yakni Alrazka Deandra dan Qafka Amanatul Winasya, siswa SMPN 1 Daik Lingga sekaligus anak didik Coach Jajun.
Selain itu, ada Dias Sastra Winata, siswa SMPN 8 Senayang asal Tanjung Kelit, serta Muhammad Zikri, siswa MTs Daik Lingga yang memperkuat Daik Junior di bawah asuhan Coach Jajun.
Dalam kompetisi internasional tersebut, keempat pemain mendapat kesempatan memperkuat BM FC Batam. Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus mengukur kualitas permainan menghadapi peserta dari berbagai daerah dan negara.
BM FC Batam dipimpin sekaligus dikelola oleh Basiruddin, putra kelahiran Daik, Kabupaten Lingga. Kolaborasi ini membuka ruang bagi pemain muda daerah untuk mengembangkan potensi dan mendapatkan pengalaman kompetisi di luar negeri.
Manajer BM FC Batam, Basiruddin, mengapresiasi kemampuan serta perkembangan permainan para pemain muda asal Lingga. Ia menilai, kualitas permainan mereka mampu mengimbangi tim BM FC Batam.
“Permainan dan skill anak-anak Daik bisa mengimbangi tim BM FC, sehingga patut untuk berkolaborasi dalam upaya mencetak juara di turnamen internasional ini,” ungkap Basiruddin.
Ia berharap para pemain muda berbakat dari Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Lingga, terus mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi internasional. Bahkan, peluang untuk tampil dalam kejuaraan di Malaysia pada akhir tahun ini juga diharapkan dapat terwujud.
Bagi Basiruddin, pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal bagi para pemain untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Jangan cepat puas dan tetap rendah hati. Terima kasih sudah mengukir prestasi menjadi CHAMPION dan RUNNER-UP dalam ajang D2D Invitational 7S Singapura,” pesannya.
Prestasi dalam D2D Invitational 7-A-Side ini menjadi kebanggaan bagi para pemain, keluarga, sekolah, pelatih, klub, serta masyarakat Kabupaten Lingga.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Lingga lainnya untuk berani mengembangkan potensi, tekun berlatih, dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Dari Daik menuju Singapura, langkah para pemain muda ini menjadi gambaran bahwa talenta daerah mampu menembus batas dan membuka peluang menuju prestasi yang lebih besar.(Bk/Iwan)












