Dari Pelantar Laut Sedanau, Hangatnya Silaturahmi Lebaran Bersama Mustamin Bakri

0
50
FOTO : Anggota DPRD Kepri Mustamin Bakri saat menerima kunjungan silaturahmi warga Sedanau di kediamannya

Natuna – Pagi itu, angin laut berembus pelan menyapu kawasan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, Natuna. Di antara deretan rumah pelantar yang berdiri di atas air, satu per satu warga mulai berdatangan.

Langkah mereka tertuju ke sebuah rumah sederhana di Pelantar Laut kediaman Mustamin Bakri.

Hari itu, Selasa (24/3/2026), Mustamin Bakri anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari daerah pemilihan Natuna–Anambas itu menggelar open house dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Namun lebih dari sekadar tradisi, suasana yang tercipta terasa seperti pertemuan keluarga besar yang lama tak bersua.

Sejak pagi, warga datang silih berganti. Ada yang mengenakan baju koko putih, ada pula ibu-ibu dengan mukena masih tersampir di bahu. Anak-anak berlarian kecil di sela antrean, sesekali tertawa saat menunggu giliran bersalaman.

Di teras rumah, Mustamin berdiri menyambut setiap tamu. Senyumnya tak lepas, tangannya terulur hangat, seolah menyapa bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

“Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya berulang kali, namun tetap dengan ketulusan yang sama.

Antrean pun tak terhindarkan. Warga harus bergantian untuk bisa bersalaman langsung. Namun tak ada yang mengeluh. Justru di situlah percakapan-percakapan kecil lahir tentang keluarga, tentang laut, hingga tentang harapan ke depan.

Beberapa warga bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara santai. Tanpa sekat formalitas, obrolan mengalir apa adanya. Di ruang yang sama, silaturahmi dan harapan bertemu dalam suasana yang cair.

Suasana Open House di kediaman Mustamin Bakri di Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, Natuna

Bagi Mustamin, inilah makna sesungguhnya dari Idulfitri.

“Momentum ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tapi juga menjaga kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya di sela-sela menyambut tamu.

Di dalam rumah, aroma hidangan khas Lebaran tercium menggoda. Kue-kue tradisional tersaji di meja, disandingkan dengan minuman hangat. Para tamu duduk bersila, bercengkerama tanpa jarak, menikmati suasana yang sederhana namun penuh makna.

Tak ada kemewahan berlebihan, namun kehangatan terasa begitu kuat. Tawa kecil sesekali pecah, menandai betapa cairnya hubungan antara tuan rumah dan para tamu.

Di tengah riuh yang hangat itu, Mustamin juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Natuna dan Anambas.

Baginya, kedekatan seperti inilah yang menjadi fondasi dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat mendengar langsung, merasakan, dan memahami.

Menjelang siang, arus kedatangan warga masih belum surut. Dari pelantar ke pelantar, kabar tentang open house itu terus menyebar, mengundang lebih banyak langkah menuju rumah tersebut.

Di hari kemenangan itu, di tepi laut Sedanau, silaturahmi tak sekadar tradisi. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan hati antara pemimpin dan masyarakat, dalam suasana yang hangat, sederhana, namun penuh arti.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini