Harga Cebe Rawit Kembali Naik

0
112
Tanaman cabe rawit (foto istimewa)

Bursakota.co.id, Natuna – Akibat panen serentak pada bulan Juli lalu, harga cabai rawit di Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, mengalami penurunan. Dari harga Rp 40 ribu perkilo sampai Rp 60 ribu perkilonya.

Namun saat ini malah sebaliknya, harga cabai rawit kian melambung sampai Rp.100 ribu perkilo. Pasalnya, minimnya petani memanen cabai.

Menurut keterangan salah seorang petani cabai rawit, Ujang (50), yang memiliki kebun cabai dan sayur di wilayah Sebayar, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.

Ujang menyebutkan, harga cabai melambung karena sedikit sekali para petani memanen cabai rawit.

“Jika para petani cabai menanam sistem bertahap otomatis harga cabai takkan seperti ini, pasti stabil takkan mahal. Ini mahal karena cabai langka,” ucap Ujang sambil menikmati seduhan kopi paginya.

Untuk saat ini kata Ujang, dirinya memanen sayur, sementara cabe masih dalam peroses penyemaian.

“Kemarin terakhir panen saya jual Rp. 80 ribu perkilonya, tapi barusan saya tanya harga di pasar Ranai, sekilo Rp 100 ribu, luar biasa,” cetusnya.

Demikian juga dikatakan Syah Roni (50), petani cabai warga Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, ia mengaku saat ini harga cabai memang mahal.

Dirinya berujar, sangat jauh berbeda dengan harga yang ia panen pada musim lalu.

“Bulan Juni kemaren murah, satu kilo hanya Rp. 24 ribu di pasar sekarang sekilo Rp.100 ribu. Mungkin kemaren panennya serentak, dan habis waktu panennyapun sama, karena saya nanam cabai tidak bertahap, tapi sisa cabai yang akan dipanen masih ada juga sedikit, wajar mahal jika dihitung biaya perawatannya,” ujar Syah Roni, Rabu (11/8/2021).

Ditempat terpisah, Narsiem, salah seorang penjual sayur mayur di pasar Ranai juga mengatakan hal yang sama.

Untuk harga cabai saat ini di pasar Ranai, Narsiem menerangkan memang ada kenaikan harga.

“Saya beli sama petani cabai perkilonya Rp. 80 ribu bahkan Rp. 90 ribu otomatis saya jual ecernya, 1 ons Rp. 10 ribu, kalau bulan kemarin memang murah betul, tapi kalau harga sayur masih stabil,” kata perempuan asal Cilacap. ***(dodi)

Editor : Faturahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here