KPPAD Anambas Kembali Beri Penyuluhan Bahaya Bullying dan Pelecehan Seksual Kepada Pelajar

0
85
Keterangan foto :Bursakota.co.id/Junaidi Ketua KPPAD Kepulauan Anambas Ronald saat memberikan materi tentang kekerasan anak di bawah umur, di SDN 005 Lidi, Desa Lidi Kecamatan Siantan Tengah, Selasa (30/05/2023).

Bursakota.co.id, Anambas – Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas, memberikan pemahaman tentang bahayanya bullying dan pelecehan seksual kepada pelajar dan orang tua wali murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Lidi, Desa Lidi, Kecamatan Siantan Tengah, Selasa (30/05/2023).

Kepala Sekolah Dasar Negeri 005 Lidi, Sabran dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada KPPAD Kepulauan Anambas telah hadir untuk memberikan pemahaman tentang bahayanya bullying kepada siswa-siswi dan orang tua wali murid

“Terima Kasih Pak sudah hadir di sekolah kami ini, untuk mensosialisasikan tentang bahayanya Bullying terhadap anak-anak di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Kemudian dirinya juga berharap dengan hadirnya tim KPPAD Kepulauan Anambas ini para siswa-siswi dan orang tua wali murid bisa memahami akan bahayanya bullying sehingga kedepannya bisa menghindar hal tersebut.

“Kepada anak-anak saya harap dengarkan baik-baik apa yang nantinya disampaikan oleh pemateri, dan kepada orang tua saya berharap selepas dari sini bisa bekerjasama untuk menghindar sifat bullying, dan bisa menjauhkan hal-hal yang bisa membuat kita masuk ke ranah hukum,” pesan Sabran.

Dikesempatan yang sama Ketua KPPAD Kepulauan Anambas Ronald menjelaskan, bahwa pihak terus berupaya untuk menekan akan kekerasan anak di bawah umur melalui penyuluhan-penyuluhan di sekolah-sekolah yang barada di kabupaten Kepulauan Anambas tentang bullying dan pelecehan seksual.

Foto Bersama

“Program ini sebenarnya programa kami dari 2020, sempat terhenti di karenakan Covid-19 dan hari ini akhirnya kami berkesempatan untuk hadir disini untuk menyampaikan kepada bapak-ibu semuanya akan bahayanya dampak dari kekerasan anak di bawah umur,” jelasnya.

Dirinya juga menyebutkan, akibat dari kekerasan anak di bawah umur sangat berisiko untuk masa depan anak, terlebih lagi pelecehan seksual sehingga anak akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

“Dampaknya itu menyerang Psikologis, Fisik dan Sosial, sehingga hilangnya kepercayaan anak kepada orang dewasa, dan trauma secara seksual,” sebutnya.

Selain itu, dirinya juga menuturkan kekerasan anak dibawah umur semakin marak, bahkan pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur itu tidak lain adalah orang terdekat dengan korban.

“Sekarang saja untuk Anambas sendiri lebih kurang tercatat 82 kasus yang berkaitan dengan anak,” tuturnya.

Terakhir, dirinya juga berpesan kepada orang tau wali murid dan tenaga pendidik di sekolah SDN 005 Lidi, apa bila mendapatkan informasi tentang adanya unsur-unsur kekerasan anak di bawah umur agar segera melaporkan ke KPPAD agar bisa dilakukan pendampingan.

“Saya harap untuk tindakan kekerasan anak di bawah umur ini kita harus saling bekerja sama baik itu dari orang tau, guru-guru di sekolah dengan pihak kami (KPPAD), jika perlu langsung laporkan sehingga kami bisa segera melakukan pendampingan,” pesan Ronald.(Bk/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini