Listrik Padam Hampir 7 Jam, Pelanggan PLN di Sub Desa Nyamuk Keluhkan Ketimpangan Pemadaman

0
7
FOTO : Warga di sebagian wilayah Sub Desa Nyamuk, khususnya kawasan daratan RT 3 hingga RT 1 yang dikenal dengan sebutan Tanjung Pandak, kembali mengeluhkan pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi pada malam hari.

Bursakota.co.id, Anambas – Warga di sebagian wilayah Sub Desa Nyamuk, khususnya kawasan daratan RT 3 hingga RT 1 yang dikenal dengan sebutan Tanjung Pandak, kembali mengeluhkan pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi pada malam hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aliran listrik mulai padam sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelumnya, pemadaman sempat terjadi secara menyeluruh selama kurang lebih satu jam.

Namun, setelah listrik kembali menyala, hanya sebagian wilayah yang kembali mengalami pemadaman, sementara wilayah lainnya tetap menikmati pasokan listrik normal.

Hingga pukul 23.00 WITA, listrik di kawasan terdampak belum juga menyala. Artinya, warga telah mengalami pemadaman hampir tujuh jam, sehingga memicu kekecewaan di kalangan pelanggan PLN.

Sejumlah warga mempertanyakan pola pemadaman yang dinilai tidak merata. Pasalnya, kawasan Tanjung Pandak disebut menjadi wilayah yang paling sering mengalami pemadaman bergilir dalam durasi panjang dibandingkan daerah lain di Desa Nyamuk.

“Kami heran, kenapa yang sering padam hanya wilayah kami. Daerah lain jarang mengalami pemadaman selama ini, sementara di sini bisa berjam-jam,” keluh salah seorang warga RT 1 itu kepada media ini.

Pemadaman tersebut berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Selain mengganggu kegiatan rumah tangga pada malam hari, warga juga kesulitan menjalankan usaha kecil, mengisi daya perangkat elektronik, hingga mengakses jaringan komunikasi yang bergantung pada pasokan listrik.

Dari pantauan di lokasi, suasana malam tampak gelap gulita di kawasan yang mengalami pemadaman. Hanya terlihat beberapa titik cahaya dari bangunan di wilayah lain yang aliran listriknya masih normal.

Cahaya lampu dari seberang perairan memantul di permukaan laut, memperlihatkan kontras antara kawasan yang terang dan wilayah yang masih diselimuti kegelapan.

Suasana hanya memperlihatkan lingkungan yang nyaris tanpa penerangan, hanya tampak sedikit cahaya dari kejauhan.

Dan menunjukkan sebagian kawasan di seberang masih diterangi lampu-lampu yang memantul di permukaan laut, menegaskan bahwa pemadaman hanya terjadi di sebagian wilayah.

Warga berharap PLN dapat memberikan penjelasan terkait penyebab pemadaman yang berlangsung cukup lama tersebut, sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi listrik agar pemadaman tidak terus berulang di wilayah yang sama.

Menurut warga, pemadaman bergilir berkepanjangan di kawasan daratan RT 3 hingga RT 1 atau Tanjung Pandak bukan kali pertama terjadi. Mereka menilai wilayah tersebut lebih sering menjadi lokasi pemadaman dibandingkan kawasan lain di Desa Nyamuk, sehingga menimbulkan kesan adanya ketimpangan pelayanan.

Hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 23.00 WIB aliran listrik di sebagian wilayah Sub Desa Nyamuk yang terdampak masih belum kembali normal. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak PLN terkait penyebab pemadaman serta estimasi waktu pemulihan pasokan listrik.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini