Marzuki : Sebelum Serah Terima Museum Sri Srindit Harus Selesai 100 Persen

0
284
Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki (foto istimewa)

Bursakota.co.id, Natuna – Agar APBD tidak terbeban dalam perbaikan bangunan, Komisi II DPRD dan Dinas Parbud Natuna sepakat, sebelum progres serah terima Museum Sri Serindit, harus fik siapkan 100%.

Hal ini diungkapkannya ketika melakukan sidak ke Museum Sri Serindit kabupaten Natuna, 21/12 yang beralamat di komplek NGU Masjid Agung.

Ketua Komisi II Marzuki yang didampingi anggota mengatakan, komisi II berserta anggota dan didampingi oleh Kadis Parbud, meninjau langsung keadaan museum dan pada plafon ditemukan rembesan air.

“Kita dari komisi II yang didampingi Kadis Parbud meninjau langsung keadaan museum dan ditemukan rembesan air, kita akan meminta kepada dinas terkait untuk menyurati kementerian terkait, karena pembangunan ini melalui APBN kita meminta apa yang kita anggap kurang itu bisa di perbaiki sebelum serah terima kepada pemerintah,” tuturnya.

Selain itu Marzuki juga menilai, pembangunan Museum dikerjakan asal jadi oleh kontraktor terdahulu.

“Dengan ada kebocoran seperti ini, kita menilai pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor terdahulu terkesan asal jadi, karena pembangunan ini setiap tahun ada pergantian kontraktor, jadi ada kontraktor yang dahulu dan yang sekarang, dari reruntuhan plafon yang kita liat itu ada jarak antara besi yang cukup jauh untuk menahan plafon itu sehingga plafonnya turun,” terangnya.

Saat disingung masalah kualitas bangunan Gedung Museum, Marzuki mengaku tidak memiliki Spesifikasi, sehingga tidak tau pengerjaan sesuai atau tidak.

“Kalau dilihat-lihat konstruksinya sudah lumayan karena interior yang dipakai tiga dimensi, untuk kualitas bangunan kita tidak bisa mengomentari, karena kita tidak memegang gambarnya, apakah pengerjaannya sesuai dengan spesifikasi atau tidak,” paparnya.

Selain itu Marzuki juga menegaskan, setiap pembangunan yang bersumberkan dari dana APBN dan APBD Provinsi kurang dalam segi pengawasan.

“Kita melihat setiap pembangunan yang bersumberkan dari APBN maupun APBD Provinsi itu yang kita temukan memang kurang dalam segi pengawasan, ada beberapa tempat yang telah kita kunjungi, masalahnya selalu sama,” tegasnya

Marzuki juga sangat berterimakasih kepada pusat karena Natuna di anggap prioritas oleh pemerintah pusat dalam segi pembangunan.

“Namun kita berharap ada pengawasan yang berkesinambungan meminimalisir kontraktor-kontraktor nakal untuk mengerjakan kegiatan di Natuna ini,” ucapnya.

Marzuki juga menuturkan, sebelum progers serah terima Komisi II DPRD Natuna akan sebelum progres meninjau kembali untuk memastikan kesiapan Museum.***(dodi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini