Pemda Terus Gesa Pembangunan Embung Sebayar

0
138
Istimewa

Bursakota.co.id, Natuna – Kebutuhan air bersih memang menjadi salah satu kebutuhan yang utama.

Dalam beberapa tahun belakangan, Kabupaten Natuna memang sering mengalami kelangkaan air bersih, hal ini dikarenakan Kabupaten Natuna belum memiliki fasilitas air bersih yang mempuni.

Untuk mengatasi hal ini Bupati Natuna, Wan Siswandi menegaskan bahwa pembangunan tubuh embung sebayar akan selesai dikerjakan tahun 2022 ini. Hal ini disampaikanya pada Senin (9/5) di ruang kerjanya.

“Pembangunan embung Sebayar memang harus terus digesa, hal ini karena mengingat Natuna sering mengalami krisis air, terutama pada musim kemarau,” ucap Wan Siswandi.

Istimewa

Wan Siswandi mengatakan, pembangunan Embung Sebayar ini merupakan desakan dari pemerintah daerah Natuna kepada pihak Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Kementrian PU yang pernah menunda pembangunanya bahkan terancam gagal karena tidak ada kepastian dari pemerintah Natuna akan membebaskan tanah seluas 18 hektar untuk lahan resapan air embung Sebayar.

Setelah Wan Siswandi dilantik sebagai Bupati Natuna, dirinya meyakinkan kepada pihak BWSS bahwa pemerintah daerah Natuna akan membebaskan lahan 18 hektar milik warga yang ada di sekitar embung tersebut, sehingga pihak BWSS melelang pekerjaan embung tersebut pada tahun ini.

“Anggaran pembangunan embung tersebut sudah lama disiapkan oleh BWSS, sayang kalau tidak kita gunakan. Disamping itu, pembangunan embung ini sangat penting, karena ke depan kebutuhan air bersih di Natuna pasti akan meningkat,” ungkap Wan Siswandi.

Wan Siswandi juga menjelaskan, bahwa pembangunan tubuh embung sebayar dalam proses pekerjaan dengan anggaran 30,6 miliyar rupiah di atas lahan 5 hektar mililk masyarakat yang dihibahkan ke pemerintah daerah.

“Kita harus berfikir untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar, karena ke depan kebutuhan air bersih akan meningkat, untuk itu pemerintah daerah bersedia membebaskan tanah seluas 18 hektar untuk lahan resapan embung Sebayar,” terang Wan Siswandi.

Hal ini juga dibenarkan oleh kepala Dinas PU Natuna, Agus Supardi bahwa embung tersebut tengah tahap pengerjaan oleh pihak ke tiga dengan masa pekerjaan selama 300 hari kerja.

“Saat ini kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan daerah Natuna adalah, pengajuan dokumen DPPT kepada Gubernur Kepri, untuk Penetapan Lokasi dan pelaksanaan Pembebasan tanahnya, dengan pengertian apakah pembebasan tanahnya itu dikerjakan oleh Gubernur atau di limpahkan kepada Bupati,” ungkap Agus Supardi.

Istimewa

Intinya, Kata Agus Supardi, Pemerintah Daerah Natuna saat ini konsentrasi penuh terhadap suksesnya pembangunan embung ini agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat.

“Atas pemerintah bapak bupati, kami dinas tehnis agar setelah embung selesai dibangun untuk sesegera mungkin dapat dimanfaatkan, guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat tanpa kenal musim. Hal ini juga untuk ketersedian air bersih untuk 50 tahun ke depan dan juga untuk meyakinkan para pengusaha yang mau berinvestasi bahwa kita memiliki cadangan air bersih yang cukup,” tutupnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here