
Padang Pariaman – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan edukasi kesehatan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Cadiak Pandai Goes to School.
Program yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (5/11/2026), sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Inovasi Indonesia. Pertamina bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat untuk mendorong pengelolaan sampah di lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.
Peresmian program tersebut dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Rudi Rahmat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Ulakan Tapakis, Kepala SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis, Direktur Eksekutif PKBI Sumatera Barat, wali nagari dan wali korong, niniak mamak, tokoh masyarakat, alim ulama, cadiak pandai, kelompok mitra, serta para siswa.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik program edukasi lingkungan dan kesehatan yang dijalankan Pertamina di sekolah tersebut. Program ini dinilai penting untuk membangun kebiasaan positif sejak dini, terutama dalam pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Program ini sangat bagus sekali. Sampah sudah menjadi permasalahan semua pihak. Pembelajaran dari dini melalui lingkungan sekolah akan sangat membantu membiasakan anak-anak kita untuk dapat menjaga lingkungan, di antaranya melalui pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Harapan kami, program percontohan ini dapat direplikasikan ke sekolah lainnya di Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Rudi Rahmat saat membuka kegiatan.
Cadiak Pandai, Bukan Sekadar Pintar tetapi Peduli Lingkungan
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa program Cadiak Pandai Goes to School telah berjalan sejak Agustus 2026.
Program ini merupakan pengembangan dari Si Cadiak, sistem informasi cerdas pengelolaan limbah yang telah berjalan selama empat tahun.
Menurut Fahrougi, edukasi pengelolaan sampah di sekolah tidak cukup hanya mengajarkan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya. Para siswa juga perlu memahami cara mengurangi, memilah, serta mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai.
“Kita tidak ingin anak-anak hanya mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya. Lebih dari itu, kita ingin mereka memahami bagaimana mengurangi dan memilah sampah untuk kemudian mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Bagi kami, inilah makna dari Cadiak Pandai. Menjadi cadiak bukan sekadar pintar secara akademis, tetapi juga cerdas dalam berpikir, bijak dalam bertindak, kreatif dalam mencari solusi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” ujar Fahrougi.
Mengusung tema “Ubah Sampah Menjadi Peluang melalui Inovasi dan Kreativitas”, program ini dirancang untuk menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diwujudkan melalui pembelajaran, praktik, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertamina bersama PKBI Sumatera Barat dan SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis berupaya membangun kesadaran siswa agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari budaya sekolah.
Kukuhkan Satgas Lingkungan Sekolah, Resmikan Bank Sampah dan Kebun Gizi
Sebagai puncak kegiatan, Pertamina Patra Niaga bersama mitra mengukuhkan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah. Pengukuhan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi para siswa untuk berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan peresmian bank sampah dan kebun gizi sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan bagi siswa.
Fahrougi menyampaikan bahwa berbagai aktivitas dirancang untuk mendorong keterlibatan langsung siswa dalam praktik pengelolaan lingkungan.
“Hari ini kita juga akan melaksanakan peresmian bank sampah dan kebun gizi sebagai sarana untuk melanjutkan pembelajaran dan praktik lingkungan di sekolah. Sebagai rangkaian program pada hari ini, kita akan melaksanakan aksi bersih lingkungan sekolah, pemilahan dan penimbangan sampah, lomba peragaan busana berbahan bekas, serta pameran karya inovasi pengolahan sampah antarkelas,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai.
Dorong Generasi Cerdas, Kreatif, Sehat, dan Peduli Lingkungan
Melalui program TJSL Cadiak Pandai Goes to School, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau terus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan lingkungan serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 14 tentang Ekosistem Lautan, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pertamina berharap program Cadiak Pandai Goes to School dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, sehat, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan, edukasi lingkungan diharapkan mampu melahirkan kebiasaan positif yang berdampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Padang Pariaman.
Editor : Papi












