
Bursakota.co.id, Anambas – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memanfaatkan momentum Penutupan Rakernas APKASI XVII Tahun 2026 dan Peresmian Gedung Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID) APKASI di Batam sebagai ajang promosi daerah ke tingkat nasional dengan mengenakan batik mangrove khas Anambas bermotif ikan napoleon dan pohon mangrove, yang merepresentasikan identitas maritim serta kekayaan pesisir daerah kepulauan tersebut, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di batam selasa (20/01) itu dihadiri juga oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian serta seluruh Kepala Daerah Se-indonesia.
Kehadiran Bupati Aneng pada agenda nasional tersebut tidak hanya sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam forum strategis antar kepala daerah, namun juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi daerah di tingkat nasional. Hal ini terlihat dari busana yang dikenakan Bupati Aneng, yakni batik khas Anambas berbahan pewarna alami dari mangrove.
Bupati Kepualau Anambas Aneng menjelaskan, Batik mangrove tersebut mengusung motif khas daerah pesisir Kepulauan Anambas, seperti ikan napoleon dan pohon mangrove, yang secara visual merepresentasikan identitas maritim dan kekayaan ekosistem laut Anambas.
Lanjutnya, Pemilihan batik lokal ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat produk unggulan berbasis kearifan lokal ke panggung nasional.
“Saya memilih batik ini merupakan salah bentuk nyata promosi daerah. Selain memperkenalkan produk ekonomi kreatif lokal, motif-motif khas yang ditampilkan juga menggambarkan karakter wilayah Kepulauan Anambas sebagai daerah kepulauan dengan potensi kelautan dan pesisir yang kuat,” jelasnya.
“Melalui forum nasional seperti Rakernas APKASI ini, kita ingin menunjukkan identitas Anambas secara lebih jelas. Batik mangrove dengan pewarna alami dan motif khas daerah adalah salah satu cara memperkenalkan potensi lokal kita kepada seluruh Indonesia,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas Aneng.
Rakernas APKASI XVII Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah kabupaten se-Indonesia untuk memperkuat sinergi, sekaligus membuka ruang promosi daerah.
Bagi Kabupaten Kepulauan Anambas, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempertegas eksistensi daerah di kancah nasional melalui pendekatan budaya dan produk lokal yang berkelanjutan.(BK/Jun).












