Baubau – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak didirikan pada 17 April 1960 konsisten berdiri di atas nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan komitmen kebangsaan yang kokoh.
Sebagai organisasi kaderisasi, PMII tidak hanya mencetak intelektual muda yang kritis, tetapi juga membangun tradisi kepemimpinan yang berlandaskan moralitas, intelektualitas, dan solidaritas kolektif, Senin (2/3/2026).
Sebagai bagian dari keluarga besar PMII, Cabang Kota Baubau memikul tanggung jawab historis untuk menjaga marwah organisasi, merawat tradisi intelektual, serta memastikan estafet kepemimpinan berjalan sesuai koridor konstitusi organisasi dengan penuh kedewasaan.
Dinamika organisasi, termasuk perbedaan pandangan, dialektika gagasan, dan kontestasi pemikiran, merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian penting dari proses pertumbuhan.
Namun demikian, seluruh dinamika tersebut harus bermuara pada satu tujuan utama, yakni menjaga keutuhan barisan dan kesatuan kepemimpinan.
Persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan kesadaran kolektif untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan personal maupun kelompok.
Dalam konteks tersebut, Ketua Umum PC PMII Kota Baubau, Darman, berdasarkan Surat Keputusan PB PMII Nomor: 171.PB-XXI.01.171.A-I.02.2026, mengajak seluruh kader dan anggota PMII Cabang Kota Baubau untuk memperkuat soliditas organisasi melalui beberapa langkah strategis.
Pertama, mengedepankan sikap tabayyun dan dialog intelektual dalam menyikapi setiap perbedaan.
Kedua, menjaga soliditas organisasi dengan tidak membangun narasi yang kontraproduktif terhadap persatuan.
Ketiga, menghormati mekanisme dan keputusan organisasi yang telah ditempuh secara sah dan konstitusional.
Keempat, bersatu dalam satu kepemimpinan demi efektivitas gerak dan arah perjuangan yang terstruktur.
Darman menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari legitimasi kolektif dan dukungan kader yang solid. Sebaliknya, fragmentasi hanya akan melemahkan posisi organisasi di ruang publik.
Persatuan, menurutnya, menjadi kunci utama dalam memperkokoh peran PMII Cabang Kota Baubau sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Sebagai organisasi kader, PMII bukan sekadar ruang berhimpun, tetapi juga ruang pembentukan karakter, integritas, dan kedewasaan berpikir. Momentum ini diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa seluruh kader dipersatukan oleh cita-cita besar organisasi, bukan oleh kepentingan sesaat.
“Sudah saatnya kita kembali merapatkan barisan. Satu barisan, satu komando, satu arah perjuangan. Demi PMII yang lebih progresif, solid, dan bermartabat di Kota Baubau,” tegasnya.
Wallāhul Muwaffiq ilā Aqwamit Tharīq
Salam Pergerakan.
Laporan: Aan













