Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC kepada PT Borneo Indobara

0
56
FOTO : Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (depan kiri) menyerahkan plakat kepada Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko Energy Management Indonesia (PLN EMI), Saulus Erwin Pamungkas (depan kanan) pascapenandatanganan jual beli Renewable Energy Certificate (REC) antara PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Tengah dan PT Borneo Indobara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (9/2). PLN EMI yang merupakan anak usaha PLN, berperan dalam memasarkan dan memperluas jangkauan layanan REC untuk pelanggan di seluruh Indonesia.

Tanah Bumbu – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 23 megawatt hour (MWh) listrik hijau kepada PT Borneo Indobara.

Kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen PLN bersama mitra industri dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan serta mendukung praktik pertambangan berkelanjutan (green mining) di Indonesia.

Dengan tambahan tersebut, total penggunaan layanan REC oleh PT Borneo Indobara kini mencapai 42.096 unit atau setara 42 MWh, meningkat signifikan dari 19.056 unit sejak pertama kali memanfaatkan layanan ini pada tahun 2023.

Capaian ini menjadikan PT Borneo Indobara sebagai pengguna REC terbesar di wilayah Kalimantan.

Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, Raden Utoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam mewujudkan program Green Mining Realization.

Ia menjelaskan, kebutuhan daya listrik perusahaan diproyeksikan mencapai 200 hingga 240 megavolt ampere (MVA) pada tahun 2028, sehingga diperlukan pasokan listrik yang tidak hanya andal dan mencukupi, tetapi juga ramah lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, mengurangi impor bahan bakar, dan mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Raden.

Selain memanfaatkan layanan REC, PT Borneo Indobara juga melakukan berbagai langkah ramah lingkungan, termasuk elektrifikasi armada operasional.

Perusahaan menargetkan 25 persen armada telah beralih ke listrik pada 2026, meningkat menjadi 75 persen pada 2028, serta menuju target nol emisi pada periode 2028–2029.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus meningkatkan daya saing sektor industri nasional.

“Kami berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional dengan mendorong pemanfaatan energi bersih. PLN tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan produk hijau seperti REC untuk membantu pelanggan industri berkontribusi pada agenda transisi energi nasional, khususnya green mining,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menyatakan bahwa kolaborasi ini dapat menjadi tolok ukur transformasi energi bersih di sektor pertambangan Indonesia.

“Kami mengapresiasi kepercayaan PT Borneo Indobara dalam memanfaatkan layanan REC sebagai bagian dari komitmen menjalankan praktik green mining. Semoga langkah ini dapat menginspirasi pelaku industri lainnya,” ujarnya.

Layanan Green Energy as a Service (GEAS) melalui REC merupakan inovasi produk hijau PLN yang menjamin penggunaan energi baru terbarukan (EBT) secara transparan dan diakui secara internasional.

Setiap sertifikat REC memastikan bahwa listrik yang digunakan pelanggan berasal dari sumber energi nonfosil, dengan sistem pelacakan global yang memenuhi standar internasional.

Sepanjang tahun 2025, penjualan REC PLN secara nasional mencapai 6,43 terawatt hour (TWh), atau tumbuh 19,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan sektor industri terhadap energi hijau sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju transisi energi berkelanjutan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini