Dirut Perumda Tirta Nusa Kawal Langsung Pengiriman Kabel SKUTR untuk Perluasan SPAM Sedanau

0
26
Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin (memegang kabel), mengawasi sekaligus ikut dalam proses pengiriman kabel Saluran Kabel Udara Tegangan Rendah (SKUTR) untuk menunjang perluasan jaringan SPAM Sedanau melalui jalur perairan, Rabu (4/3/2026)

Natuna – Gulungan kabel berukuran besar tampak perlahan dipindahkan dari atas truk ke atas pompong di tepian perairan Binjai.

Sejumlah pekerja berjibaku mengatur posisi kabel, sementara sebuah crane kecil membantu proses pengangkatan.

Di tengah aktivitas itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin terlihat ikut memantau langsung jalannya pengiriman dan akan terlibat langsung dalam mengawasi proses pemasangan.

Pengiriman kabel Saluran Kabel Udara Tegangan Rendah (SKUTR) tersebut merupakan bagian dari tahapan untuk menunjang sistem kelistrikan dalam perluasan jaringan SPAM Sedanau.

Tak sekadar memantau dari kantor, pimpinan perusahaan daerah itu turun langsung memastikan distribusi material dan proses pemasangan berjalan sesuai rencana.

Perluasan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan air bersih bagi masyarakat Sedanau.

“Kami ingin memastikan pekerjaan ini berjalan lancar dan tepat waktu. Walaupun ada keterbatasan alat di lapangan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Zaharuddin di sela-sela pengawasan pada Rabu (04/03/2026).

Bertahap Sejak Awal Pekan

Pekerjaan diawali pada Selasa, 3 Maret 2026, dengan pemotongan kabel SKUTR per 300 meter. Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena keterbatasan armada pengangkut.

Pada Rabu, 4 Maret 2026, kabel mulai dikirim melalui jalur perairan menuju Sedanau dan langsung dilanjutkan dengan proses pemasangan. Tim berangkat pagi hari dengan estimasi tiba sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

“Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pekerjaan ditargetkan selesai pada Jumat, 6 Maret 2026,” Lugas Zaharuddin.

Hadapi Kendala Teknis

Di lapangan, tim menghadapi sejumlah kendala. Tidak tersedia pompong yang dilengkapi crane, sehingga proses pemindahan kabel dilakukan secara manual. Kondisi ini membuat kabel harus dipotong per 300 meter agar lebih mudah diangkut dan dipasang.

Selain itu, perlengkapan seperti suspension dan large belum tersedia. Untuk sementara, kabel diikat menggunakan kabel biasa demi mempercepat proses distribusi dan pemasangan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan peralatan, pengawasan langsung dari pimpinan menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan proyek tetap berjalan sesuai target.

“Komitmen kami menghadirkan layanan air minum yang andal dan berkelanjutan untuk masyarakat,” tutupnya.

Perluasan SPAM Sedanau ini diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi dan meningkatkan keandalan layanan air minum bagi masyarakat, sejalan dengan upaya menghadirkan pelayanan air bersih yang berkelanjutan di wilayah kepulauan. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini