Hangatnya Ramadan di Panggak Darat, Pokdarwis Permata Hijau Berbagi untuk Warga dan Porter

0
23
FOTO : Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Permata Hijau menyalurkan bantuan sembako untuk warga kurang mampu

Lingga – Di balik keindahan Bukit Permata yang menjulang anggun di Desa Panggak Darat, tersimpan cerita lain yang tak kalah indah tentang kepedulian dan kebersamaan.

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Permata Hijau kembali menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang kepedulian antar sesama.

Di Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, suasana hangat terasa ketika puluhan paket sembako dan bingkisan Lebaran disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada para guide dan porter mereka yang selama ini setia mendampingi setiap langkah wisatawan menuju puncak.

Ketua Pokdarwis Permata Hijau, Septiyuriandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati.

“Alhamdulillah, ada 36 paket sembako yang telah kami salurkan kepada warga Desa Panggak Darat. Sumbernya dari hamba Allah yang ingin berbagi. Kami hanya perantara dari niat baik tersebut,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Aksi ini menjadi lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilakukan sebelumnya. Sehari menjelang Ramadan, Pokdarwis lebih dulu menyalurkan 10 paket sembako pada tahap awal. Kini, semangat berbagi itu kembali dilanjutkan, menjangkau lebih banyak warga.

Di sudut lain, para guide dan porter yang sehari-hari akrab dengan jalur terjal menuju puncak, tampak tersenyum menerima bingkisan sederhana berupa minuman botol. Sebanyak 20 paket disiapkan khusus untuk mereka sebuah bentuk penghargaan atas dedikasi yang kerap tak terlihat.

“Meski tidak banyak, ini adalah bentuk kebersamaan kami,” tutur Septiyuriandi.

Bagi masyarakat dan para pekerja wisata di sana, bantuan ini bukan hanya soal isi paket, melainkan makna yang menyertainya bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada tangan-tangan yang peduli.

Di tengah kesederhanaan desa, nilai gotong royong tetap hidup. Dana yang berasal dari para dermawan menjadi penghubung kebaikan, mengalir melalui komunitas kecil yang terus bergerak.

“Semoga apa yang diberikan hari ini mendapatkan balasan dari Allah SWT,” tutupnya penuh harap.

Dari kaki hingga puncak Bukit Permata, bukan hanya keindahan alam yang menjadi daya tarik. Tetapi juga kehangatan hati masyarakatnya yang terus menjaga semangat berbagi, bahkan di tengah keterbatasan.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini