Survei Kampung Nelayan Merah Putih Dimulai, Lingga Siapkan 15 Desa Pesisir

0
35
FOTO : Tim Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melakukan survei lapangan di Desa Penaah Lingga

Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga mulai memasuki tahap awal pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selama lima hari, sejak Kamis hingga Senin (9–14 April 2026), tim dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melakukan survei lapangan ke 15 desa dan kelurahan di wilayah Lingga.

Kunjungan ini bukan sekadar pemetaan biasa, melainkan tahap krusial untuk menentukan kelayakan desa-desa tersebut masuk dalam peta besar pengembangan KNMP periode 2026–2029.

Salah satu desa yang menjadi fokus awal adalah Desa Pena’ah, Kecamatan Senayang. Kepala Desa Pena’ah, Mariana, menyambut positif program tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar bagi kemajuan sektor perikanan lokal.

“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pena’ah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan potensi perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Menurutnya, program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas nelayan dan kualitas hasil tangkapan.

“Kami sangat mendukung. Harapannya, ke depan nelayan semakin maju, hasil tangkapan meningkat, dan fasilitas pendukung menjadi lebih memadai,” tambahnya.

Selain Desa Pena’ah, sejumlah desa pesisir lainnya juga masuk dalam daftar survei, sehingga total terdapat 15 desa yang menjadi fokus awal pengembangan program tersebut di Kabupaten Lingga.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa tahap survei ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik, guna memastikan perencanaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir, sekaligus mendorong transformasi desa nelayan menjadi lebih modern, produktif, dan berdaya saing.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini