Audit Jadi Penentu Nasib Proyek Rp27,5 Miliar Pasar Loka Tarempa

0
67
FOTO : Proyek pembangunan Pasar Loka Tarempa senilai Rp27,5 miliar

Bursakota.co.id, Anambas – Proyek pembangunan Pasar Loka Tarempa senilai Rp27,5 miliar yang sempat terhenti kini kembali menunjukkan aktivitas di lapangan, Senin (20/04/2026).

Namun, kegiatan tersebut bukan kelanjutan konstruksi, melainkan bagian dari proses audit yang akan menentukan nasib proyek tersebut ke depan.

Aktivitas yang terlihat merupakan pengujian teknis oleh auditor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau guna menilai kelayakan hasil pekerjaan sebelumnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPPW Kepri, Riduan Kristian Manik, menegaskan bahwa tahap yang berlangsung saat ini masih sebatas pengujian struktur.

“Saat ini masih tahap pengujian, seperti uji beban statik terhadap struktur bangunan. Ini bagian dari audit untuk menentukan apakah pekerjaan sebelumnya layak diterima atau tidak,” ujarnya, Saat dikonfirmasi oleh media ini.

Ia mengungkapkan, sejumlah item pekerjaan sebelumnya tidak dapat diterima, salah satunya pada struktur sumuran utama. Karena itu, pengujian difokuskan pada bagian lain yang masih memungkinkan untuk dievaluasi secara teknis.

“Proses ini untuk memastikan kualitas dan kelayakan hasil konstruksi yang sudah dikerjakan,” katanya.

Riduan menambahkan, kelanjutan proyek Pasar Loka Tarempa sepenuhnya bergantung pada hasil audit BPKP. Jika dinyatakan memenuhi syarat, pembangunan akan dilanjutkan melalui mekanisme tender ulang.

“Sesuai ketentuan, audit dapat berlangsung maksimal 30 hari, namun bisa lebih cepat sekitar dua minggu. Rencana tender ulang akan dibuka pada awal Mei melalui mekanisme terbuka,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, pembangunan lanjutan tetap menggunakan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai yang sama.

Sementara itu, kontraktor sebelumnya telah dikenai sanksi tegas berupa daftar hitam (blacklist) serta diwajibkan mengembalikan uang muka sebesar 15 persen.

Riduan juga mengungkapkan, progres pekerjaan oleh kontraktor sebelumnya diperkirakan hanya mencapai 5 hingga 6 persen. Kondisi ini membuat nilai pekerjaan harus dihitung ulang dalam audit untuk memastikan ada atau tidaknya kekurangan maupun kelebihan pembayaran.

Dengan audit yang kini berjalan, proyek strategis Pasar Loka Tarempa masih berada di titik krusial. Hasil pemeriksaan BPKP akan menjadi penentu apakah proyek tersebut dapat dilanjutkan atau justru menghadapi persoalan lebih lanjut.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini