Sekda Lingga Klarifikasi Isu Permintaan Uang Pelantikan Kepala Sekolah

0
10
FOTO : Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia,

Lingga — Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan permintaan uang dalam pelantikan delapan Kepala Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.

Armia menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari dinamika kepemimpinan. Namun, ia berharap setiap informasi maupun tuduhan yang berkembang disampaikan berdasarkan fakta dan bukti yang jelas.

“Kritik adalah bagian dari kepemimpinan. Siapa pun pemimpinnya pasti akan menghadapi kritik. Bahkan para khalifah besar dalam sejarah Islam yang dikenal bijaksana pun tetap mendapat koreksi dan teguran dari rakyatnya,” ujar Armia, Selasa (19/5/2026).

Menurut Armia, pembahasan yang disampaikan saat itu berkaitan dengan ajakan bersedekah melalui bantuan pembersihan lahan di depan Masjid Megat Kuning berupa bantuan minyak dan operator alat berat, bukan permintaan uang.

“Yang disampaikan hanyalah ajakan membantu pembersihan lahan di depan Masjid Megat Kuning berupa bantuan minyak dan operator alat. Tidak ada permintaan dalam bentuk uang dan tidak ada unsur paksaan. Setelah dana terkumpul, langsung diserahkan di tempat pengambilan minyak, bukan kepada saya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang belum jelas sumber dan buktinya. Mari bersama-sama menjaga suasana yang kondusif,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Armia turut mengajak seluruh insan pendidikan di Kabupaten Lingga untuk tetap fokus menjalankan tugas dan menjaga profesionalisme demi kemajuan dunia pendidikan.

“Saya berharap dunia pendidikan tetap solid, menjaga profesionalisme, dan terus mengutamakan kepentingan siswa serta kemajuan pendidikan di Kabupaten Lingga,” ujarnya.

Di tempat terpisah, perwakilan dari delapan kepala sekolah yang dilantik, Junaidi, turut meluruskan isu yang beredar terkait tudingan adanya permintaan uang sebesar Rp5 juta.

“Itu perlu saya luruskan dan digarisbawahi. Pak Sekda hanya menyampaikan apakah kami mau ikut membantu pembersihan lahan di depan Masjid Megat Kuning. Kalau memang bersedia, boleh membantu minyak dan operator alat, lalu dirundingkan bersama dan disampaikan kemudian. Tidak ada permintaan uang,” ujar Junaidi.

Menurutnya, dana sebesar Rp5 juta yang kemudian terkumpul merupakan hasil inisiatif bersama dari delapan kepala sekolah yang ingin bersedekah tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

“Dari kami sendiri yang berinisiatif. Tidak ada paksaan. Memang niat kami ingin bersedekah. Dari delapan orang ini kami mengumpulkan dana yang nantinya digunakan untuk operator dan minyak,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak berkaitan dengan jabatan mereka sebagai kepala sekolah.

“Bukan untuk membela siapa pun, tetapi ini memang murni inisiatif kami sendiri. Di luar konteks jabatan kepala sekolah, memang dari hati nurani ingin bersedekah tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun,” tambahnya.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini