Sempena Hari Buku Nasional, Bupati Lingga Terima Buku Ketiga Karya Putra Daerah “Hikayat Sang Pengadu”

0
25
FOTO : Bupati Lingga menerima secara langsung buku karya putra daerah Kabupaten Lingga berjudul Hikayat Sang Pengadu yang ditulis oleh Tenaga Ahli Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Rakyat (Naker dan Kesra), Abdullah bin Naasher bin Ya’kub bin Begaf el-Malayyi, Senin (18/05/2026).

Lingga – Sempena peringatan Hari Buku Nasional, Bupati Lingga menerima secara langsung buku karya putra daerah Kabupaten Lingga berjudul Hikayat Sang Pengadu yang ditulis oleh Tenaga Ahli Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Rakyat (Naker dan Kesra), Abdullah bin Naasher bin Ya’kub bin Begaf el-Malayyi, Senin (18/05/2026).

Karya tersebut menjadi buku ketiga yang diterbitkan penulis asal Kabupaten Lingga itu, setelah sebelumnya melahirkan buku Kampung Bermadah, Tamadun Berjiwa dan Dua Langkah Hidup.

Kehadiran karya-karya tersebut menjadi bukti bahwa putra daerah Kabupaten Lingga mampu menghadirkan literasi yang sarat nilai keislaman, budaya Melayu, serta refleksi kehidupan yang inspiratif bagi masyarakat.

Dalam suasana penuh makna itu, penyerahan buku juga menjadi simbol semangat membangun budaya literasi di daerah sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang gemar membaca, menulis, dan berkarya.

Buku Hikayat Sang Pengadu mengangkat pesan-pesan spiritual yang menyentuh hati. Melalui buku tersebut, pembaca diajak untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadikan doa sebagai tempat terbaik untuk mengadu, serta mengingat kehidupan akhirat di tengah kesibukan dunia modern.

Selain hadir dalam bentuk cetak, buku tersebut juga telah tersedia dalam format digital melalui e-book dan playbook sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat di berbagai daerah.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memperluas jangkauan literasi berbasis digital.

Dalam keterangannya, Ustadz H. Abdullah menyampaikan bahwa buku yang ditulisnya lahir dari keinginan menghadirkan bacaan yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga mampu menyentuh hati dan menjadi pengingat dalam kehidupan manusia.

“Melalui tulisan ini, saya berharap masyarakat dapat kembali mengingat Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memahami bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Semoga karya ini juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Lingga untuk terus berkarya dan berani menulis,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa perkembangan dunia digital saat ini membuka peluang besar bagi penulis daerah untuk memperkenalkan karya hingga menjangkau pembaca yang lebih luas melalui platform digital.

Pemerintah Kabupaten Lingga sendiri terus mendukung tumbuhnya budaya literasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai upaya pendidikan, pembinaan karakter, serta pemberdayaan kreativitas masyarakat.

Terbitnya buku ketiga karya putra asli Kabupaten Lingga ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat spiritualitas, serta membangun peradaban yang berilmu, berbudaya, dan berakhlak mulia.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini