
Lingga – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepulauan Riau bersama Humas Polres Lingga menggelar sosialisasi berbagai perlombaan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Pondok Pesantren Baitul Qur’an Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh puluhan santri dan santriwati yang mengikuti pemaparan mengenai sejumlah kategori lomba yang diselenggarakan IJTI Kepri bekerja sama dengan Polda Kepulauan Riau.
Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan ruang kreativitas bagi generasi muda sekaligus mendekatkan mereka dengan institusi kepolisian melalui berbagai karya positif dan edukatif.
Puluhan peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SMP dan SMA mendapatkan informasi mengenai berbagai perlombaan yang dapat diikuti, baik oleh pelajar maupun masyarakat umum.
Beberapa kategori yang diperkenalkan antara lain Lomba Vlog bertema “Polisi untuk Masyarakat”, Lomba Menulis Surat untuk Polisi bagi pelajar SD dan SMP sederajat, serta Lomba Karya Jurnalistik yang diperuntukkan bagi insan pers di Kepulauan Riau.
Khusus bagi santri dan santriwati Pondok Pesantren Baitul Qur’an, panitia mendorong partisipasi mereka dalam lomba vlog dan lomba menulis surat untuk polisi. Kedua lomba tersebut dinilai mampu menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, pemikiran, serta pandangan generasi muda mengenai peran kepolisian di tengah masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Dabo Singkep, Ustaz Muhammad Nizar, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, perlombaan yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 dapat menjadi sarana positif untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi informasi di kalangan santri.
“Kami sangat mendukung para santri dan santriwati untuk ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini. Pondok pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam bidang teknologi dan informasi,” ujar Muhammad Nizar.
Ia menambahkan bahwa era digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kreatif, berkomunikasi secara efektif, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar menyampaikan ide, berkomunikasi secara positif, sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam membuat konten yang bermanfaat. Ini sejalan dengan visi pendidikan yang kami terapkan di pesantren,” tambahnya.
Mengusung tema “Polisi untuk Masyarakat”, perlombaan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai pengabdian dan pelayanan Polri.
Melalui lomba vlog, peserta dapat mengangkat berbagai kisah inspiratif tentang kedekatan polisi dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, lomba menulis surat untuk polisi menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan harapan, apresiasi, maupun pesan kepada anggota Polri secara kreatif.
IJTI Kepri berharap pelajar di Kabupaten Lingga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan karya-karya terbaik sekaligus meningkatkan partisipasi daerah dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan karya-karya kreatif yang mengangkat kisah pengabdian anggota Polri, khususnya yang bertugas di wilayah kepulauan dan perbatasan Kepulauan Riau.
Dengan demikian, semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan generasi muda melalui kreativitas, literasi, dan pemanfaatan teknologi secara positif.(Bk/Iwan)












