Wamenag RI Buka MTQ ke-40 Sumut, Perkuat Syiar Al-Qur’an dan Persatuan Bangsa

0
9
FOTO : Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka Pancing, Jalan Willem Iskandar, Pasar V Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026) malam.

Asahan – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka Pancing, Jalan Willem Iskandar, Pasar V Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026) malam.

MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Langkah Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” dan diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.

Pembukaan MTQ turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur H. Surya, B.Sc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, H. Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I., melaporkan MTQ ke-40 berlangsung selama 10 hari dan diikuti sebanyak 1.109 peserta. Mereka berasal dari 28 kafilah kabupaten, tujuh kafilah kota, serta tiga kafilah khusus, yakni perguruan tinggi, Polda Sumatera Utara, dan PTPN.

Para peserta akan berkompetisi pada delapan cabang perlombaan yang terbagi dalam 25 golongan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ ke-40. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat syiar Al-Qur’an, membumikan nilai-nilai Qurani, sekaligus melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Sumatera Utara pada MTQ tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana memperkuat persatuan bangsa, membangun karakter umat, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-40 ini, diharapkan semangat mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berakhlak mulia.(Rik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini