Gubernur Ansar Dorong Permainan Rakyat Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

0
34
FOTO : Gubernur Ansar bersama Wagub Nyanyang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Ketua LAM Kepri menyaksikan permainan gasing di event Penyengat Heritage 2026.

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengusulkan agar berbagai permainan rakyat yang menjadi warisan budaya Melayu dikemas secara menarik sehingga mampu menjadi daya tarik wisata budaya di Kepulauan Riau.

Hal tersebut disampaikan Ansar saat menutup rangkaian Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026) sore.

Menurut Ansar, berbagai permainan tradisional seperti canang, petak umpet, egrang, dan permainan rakyat lainnya perlu terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Ke depan saya berharap lebih banyak permainan rakyat yang bisa diangkat kembali. Jangan sampai permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman. Permainan seperti canang, petak umpet, egrang, dan berbagai permainan rakyat lainnya perlu kita kemas menjadi daya tarik wisata budaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan menghidupkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.

Ansar juga mengusulkan agar penyelenggaraan Penyengat Heritage diperpanjang menjadi satu pekan penuh. Menurutnya, durasi yang lebih panjang akan memberikan dampak lebih besar terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa digelar selama satu minggu penuh dan menjadi kenduri besar Pulau Penyengat. Bahkan ke depan dapat dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji sehingga semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang mendunia,” katanya.

Selain menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata, Ansar menilai Penyengat Heritage juga berperan sebagai wadah mempererat silaturahmi masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah maupun negara yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang sama.

Melalui penyelenggaraan event tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan, sekaligus menjadi ruang regenerasi nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata modern.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini