Oleh : La Ali
Kader IMM Kota Baubau
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) lahir bukan sekadar sebagai organisasi kemahasiswaan. IMM hadir membawa tiga spirit utama: religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Tiga nilai inilah yang menjadi ruh setiap kader dalam berpikir, bergerak, dan mengabdi kepada umat, bangsa, serta Persyarikatan Muhammadiyah.
Pertanyaannya, apakah tiga napas perjuangan itu masih berdenyut kuat dalam diri kita hari ini, atau justru mulai redup oleh rutinitas dan sikap apatis?
Realitas yang kita hadapi patut menjadi bahan refleksi bersama. Agenda organisasi kerap sepi, forum diskusi dan kajian ilmiah semakin jarang terdengar, sementara kepedulian terhadap persoalan umat, bangsa, dan Persyarikatan perlahan memudar. Tidak sedikit kader yang hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi absen ketika organisasi membutuhkan gagasan, tenaga, komitmen, dan aksi nyata.
Padahal, IMM Kota Baubau memiliki sejarah panjang sebagai tempat lahirnya kader-kader yang kritis, progresif, dan berani menyuarakan kebenaran. Sejarah itu tidak cukup hanya dikenang. Sejarah harus dihidupkan kembali melalui gerakan yang nyata.
Masifkan Kegiatan IMM
IMM harus kembali menjadi ruang pembentukan karakter dan pengabdian, bukan sekadar tempat berkumpul. Setiap kader perlu aktif hadir dalam setiap agenda organisasi, membawa ide, tenaga, dan karya nyata. Mulai dari kegiatan sosial, advokasi masyarakat, hingga pengabdian kepada umat.
Kader yang hidup adalah kader yang bergerak.
Masifkan Kajian IMM
Budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis harus kembali menjadi identitas IMM. Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, bedah buku, diskusi isu-isu kebangsaan, hingga persoalan umat perlu menjadi agenda rutin di setiap komisariat maupun cabang.
Setidaknya sekali dalam sepekan, mari kita luangkan waktu untuk mengasah nalar, memperkaya wawasan, dan memperkuat fondasi intelektual. Sebab kader tanpa ilmu adalah kader tanpa arah.
Masifkan Perkaderan IMM
Perkaderan tidak boleh berhenti pada seremoni atau selembar sertifikat. Perkaderan adalah jantung organisasi, tempat lahirnya kader-kader yang berkarakter, berintegritas, berintelektual, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
IMM membutuhkan kader baru yang siap berpikir, bergerak, dan berjuang. Karena itu, rekrutmen, pembinaan, serta pendampingan kader harus terus diperkuat agar estafet perjuangan tidak terputus.
Sesungguhnya, ancaman terbesar bagi IMM bukanlah kritik dari luar. Ancaman terbesar adalah ketika semangat perjuangan perlahan mati di dalam dada kadernya sendiri.
Sudah saatnya kita berhenti hanya bangga mengenakan atribut organisasi. Kebanggaan sejati adalah ketika identitas IMM tercermin melalui karya, pengabdian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Mari hidupkan kembali semangat perjuangan IMM Kota Baubau
Karena kader yang hidup adalah kader yang berpikir, bergerak, dan berjuang. Ketika ketiganya dimasifkan, maka IMM Kota Baubau akan kembali bergema sebagai organisasi kader yang mencerahkan, berkemajuan, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, serta Persyarikatan Muhammadiyah.
Editor : Papi













