
Aceh Timur – Mahasiswa PEMA FTIK Jilid IV Kelompok 3 IAIN Langsa menggelar kegiatan “Lentera Hijau” sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Desa Leles, Aceh Timur, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di kawasan perbukitan milik masyarakat Desa Leles. Mahasiswa KKN bersama masyarakat setempat melakukan penanaman berbagai jenis bibit pohon yang disediakan oleh Forum Konservasi Leuser (FKL).
Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya memperkuat fungsi kawasan hijau, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan perbukitan.
Penanggung Jawab kegiatan, Muhammad Azmi, mengatakan “Lentera Hijau” menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat Desa Leles.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami berharap bibit yang telah ditanam dapat dirawat dan dijaga bersama agar tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok, M. Fauzi Akbar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan “Lentera Hijau” tidak seharusnya berhenti pada seremoni penanaman pohon, tetapi perlu dilanjutkan dengan upaya pemeliharaan serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan penanaman semata, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan hijau di Desa Leles,” katanya.
Geuchik Desa Leles, Saddam Husein, S.E., turut mengapresiasi kegiatan yang melibatkan mahasiswa, masyarakat dan Forum Konservasi Leuser tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN dan FKL dalam mendukung penghijauan di wilayah Desa Leles. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut sangat bergantung pada kepedulian bersama dalam merawat bibit yang telah ditanam.
“Semoga bibit yang ditanam ini dapat dirawat bersama sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan, membantu mencegah kerusakan kawasan perbukitan, dan menjadi investasi lingkungan bagi masyarakat Desa Leles di masa yang akan datang,” ujar Saddam.
Kegiatan “Lentera Hijau” menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara mahasiswa, masyarakat dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menanam bibit pohon, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kesadaran bahwa menjaga kawasan hijau merupakan tanggung jawab bersama.
Para mahasiswa berharap penghijauan yang dilakukan dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekologis bagi Desa Leles serta generasi mendatang.(Hsb)












