PDAM dan BWSS Matangkan Operasional Embung Sebayar Lewat Uji Kapasitas Pompa

0
36
Tim PDAM Tirta Nusa Natuna bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) melakukan uji coba sistem distribusi air di reservoir Bukit Berangin, Jumat (17/7/2026). Pengujian dilakukan sebagai bagian dari persiapan operasional Embung Sebayar untuk memperkuat pasokan air bersih menjelang musim kemarau.

NATUNA – Menjelang musim kemarau, PDAM Tirta Nusa Natuna bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) menguji sistem distribusi air dari Embung Sebayar menuju reservoir di Bukit Berangin, Jumat (17/07/2026).

Pengujian dilakukan di saat sejumlah wilayah mulai menerapkan pergiliran distribusi air sebagai dampak menurunnya pasokan air baku.

Pengujian juga dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional embung yang diharapkan menjadi solusi penambahan pasokan air bersih bagi masyarakat Natuna, terutama saat debit air dari sumber utama menurun pada musim kemarau.

Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mengatakan pengujian lapangan dilakukan guna mengetahui kemampuan nyata pompa dan jaringan pipa transmisi yang dibangun dari Embung Sebayar menuju reservoir.

“Pengujian ini kami lakukan untuk melihat hasil konkret di lapangan. Pembangunan pipa transmisi dari Embung Sebayar ke reservoir dirancang memiliki kapasitas 50 liter per detik. Karena itu, kita ingin memastikan debit air yang benar-benar sampai ke reservoir sesuai dengan kapasitas tersebut,” ujarnya.

Namun, hasil pengujian menunjukkan kapasitas aliran air yang dihasilkan dua unit pompa baru mencapai sekitar 39 liter per detik, masih berada di bawah target yang telah direncanakan.

Menurut Zaharuddin, hasil tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan kendala teknis yang perlu segera dievaluasi sebelum embung resmi dioperasikan.

“Kemungkinan ada persoalan teknis. Dari hasil perhitungan hari ini, debit air yang sampai ke reservoir hanya sekitar 39 liter per detik dari dua mesin pompa yang dioperasikan,” katanya.

Atas hasil tersebut, PDAM meminta BWSS segera menurunkan tim teknisi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pompa maupun instalasi pendukung lainnya.

Selain perbaikan teknis, Zaharuddin juga meminta BWSS memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petugas PDAM selama sedikitnya dua minggu agar proses pengoperasian embung dapat berjalan optimal.

“Saya juga meminta pihak BWSS melakukan pelatihan minimal dua minggu. Selama masa itu kita bisa memastikan apakah kapasitasnya benar-benar dapat mencapai 50 liter per detik,” jelasnya.

Ia menambahkan, percepatan operasional Embung Sebayar sangat dibutuhkan karena saat ini sejumlah wilayah pelanggan PDAM telah menerapkan distribusi air secara bergilir akibat berkurangnya pasokan air baku.

“Kesepakatan awal memang setelah jaringan listrik masuk ke embung, pengoperasian segera dilaksanakan. Namun sebelum itu kami ingin memastikan seluruh sistem bekerja sesuai spesifikasi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

Meski demikian, Zaharuddin menyatakan PDAM tetap siap memanfaatkan Embung Sebayar apabila hasil pengujian ulang nantinya tetap berada di angka 39 liter per detik, dengan syarat seluruh hasil pengujian dituangkan dalam berita acara resmi.

“Kalaupun nanti setelah diuji ulang kapasitasnya tetap 39 liter per detik, kami tetap akan menerima dan mengoperasikannya. Tetapi harus ada berita acara resmi sebagai dasar, sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan persoalan atau kesalahpahaman,” katanya.

Sementara itu, perwakilan BWSS memastikan pihaknya akan kembali melakukan pengujian bersama PDAM untuk memastikan kemampuan maksimal sistem pompa di Embung Sebayar.

Menurutnya, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan kapasitas pompa saat pengujian awal belum bekerja pada putaran optimal.

“Setelah kami cek, ternyata mesin masih berada pada RPM 46, sehingga debit air yang dihasilkan sekitar 39 liter per detik. Tadi langsung kami lakukan uji ulang dengan menaikkan putaran mesin ke RPM 50 dan mengoperasikan dua unit pompa secara bersamaan. Hasil pengukuran melalui alat meter air yang terpasang menunjukkan debit mencapai 56 liter per detik,” ujar perwakilan BWSS.

“Hasil tersebut masih akan kami verifikasi kembali bersama PDAM melalui pengujian lanjutan pada Sabtu untuk memastikan debit air yang benar-benar sampai ke reservoir sesuai dengan kapasitas yang direncanakan,” sambungnya.

Pengujian ulang tersebut diharapkan dapat segera menghasilkan solusi teknis sehingga Embung Sebayar dapat segera dioperasikan dan memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat Natuna dalam menghadapi musim kemarau. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini