Menuju Institut, STAI Natuna Gandeng UniSZA, Siapkan Generasi Melayu Baru yang Berdaya Saing Global

0
15
FOTO : Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Perjanjian Kerja Sama (MoA) berlangsung di Kampus STAI Natuna, Ranai, Kamis (30/7/2026).

Natuna – Di tengah proses transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Natuna, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama internasional bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Perjanjian Kerja Sama (MoA) berlangsung di Kampus STAI Natuna, Ranai, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi. Dari pihak UniSZA hadir para pejabat universitas, sedangkan STAI Natuna diwakili Ketua STAI, unsur pimpinan, Ketua Bagian Akademik, Ketua Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, para ketua program studi, serta staf akademik.

Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari langkah strategis dalam mempersiapkan perubahan status STAI Natuna menjadi Institut Agama Islam Natuna yang dalam waktu dekat akan diusulkan kepada Direktur Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam.

Menurutnya, transformasi kelembagaan bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

“Kerja sama dengan UniSZA menjadi salah satu pilar penting dalam proses transformasi ini. Kami ingin membangun institusi yang memiliki daya saing dan jejaring akademik yang kuat,” ujarnya.

Dr. Umar menjelaskan, kolaborasi tersebut memiliki landasan historis dan kultural yang erat. Natuna dan Terengganu, Malaysia, memiliki kedekatan dari sisi budaya Melayu, bahasa, hingga hubungan genealogis yang telah terjalin sejak lama.

“Secara DNA dan linguistik kita adalah serumpun. Dari sinilah kita membangun kolaborasi keilmuan. Saya mengundang UniSZA untuk datang ke Natuna guna melakukan kajian mendalam terhadap kekayaan dialek dan budaya Melayu lokal,” katanya.

Ke depan, ruang lingkup kerja sama akan difokuskan pada pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pengembangan pusat kajian yang mendokumentasikan serta mengangkat kekayaan arkeologi, budaya, dan tradisi Melayu Natuna.

Dalam kesempatan tersebut, kedua institusi juga memperkenalkan konsep “Generasi Melayu Baru” sebagai arah pengembangan pendidikan bersama. Konsep tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia Melayu yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya, namun adaptif terhadap perkembangan zaman, inovatif, dan memiliki daya saing global.

“Jika Melayu lama cenderung pasif, maka Melayu Baru harus progresif dan solutif. Kita perlu merekonstruksi falsafah pendidikan agar melahirkan lulusan yang berani berpikir kritis dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Nusantara,” tegas Dr. Umar.

Sementara itu, perwakilan UniSZA menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi kerja sama melalui berbagai program akademik.

“UniSZA memandang STAI Natuna sebagai mitra strategis. Kami siap mendukung melalui pertukaran akademik, riset bersama, dan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai Melayu yang relevan dengan tantangan global,” ungkap perwakilan UniSZA.

Sebagai tindak lanjut, kedua institusi menargetkan implementasi berbagai program kolaborasi dalam waktu dekat. STAI Natuna juga mengundang delegasi UniSZA untuk menghadiri prosesi wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Melalui kerja sama ini, STAI Natuna berharap dapat memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul di wilayah perbatasan sekaligus mempercepat transformasi menjadi Institut Agama Islam Natuna yang berdaya saing internasional.(Bk/Rauz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini