Rektor IAI Natuna Apresiasi Kreativitas Mahasiswa, Gantungan Kunci Jadi Produk Bernilai Ekonomi

0
16
FOTO : Kreativitas mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Natuna mendapat apresiasi dari Rektor IAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I.

Bursakota.co.id, Natuna — Kreativitas mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Natuna mendapat apresiasi dari Rektor IAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I. Salah satunya melalui karya gantungan kunci yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha mahasiswa.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum peresmian perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna, pengukuhan Rektor IAI Natuna, sekaligus penutupan Milad STAI Natuna ke-24 tahun, Sabtu (12/9/2026).

Karya kreatif itu diperkenalkan oleh Lidiya, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAI Natuna, yang memanfaatkan momentum kegiatan tersebut untuk memasarkan produk gantungan kunci sebagai bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mahasiswa.

Bagi Lidiya, produk tersebut bukan sekadar barang jualan. Gantungan kunci itu menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengembangkan kreativitas, berinovasi, dan membangun jiwa kewirausahaan sejak masih berada di bangku kuliah.

Melalui karya tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang keilmuan, khususnya ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Rektor Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal

Kreativitas Lidiya mendapat perhatian langsung dari Rektor IAI Natuna. Dr. H. Umar Natuna menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang berani menghadirkan karya kreatif dan memiliki semangat untuk berwirausaha.

Menurutnya, inovasi mahasiswa perlu terus dikembangkan melalui produk-produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Selain memiliki nilai jual, karya mahasiswa juga diharapkan mampu mengangkat potensi lokal Natuna.

“Ke depan perlu ada transformasi dan kreativitas lainnya, terutama karya yang relevan dengan kebutuhan pasar. Produk mahasiswa juga dapat mengangkat potensi tempatan, misalnya menggunakan bahan dasar dari kekayaan alam Natuna seperti tempurung kelapa dan sabut kelapa,” ujar Rektor IAI Natuna.

Ia menilai, pemanfaatan bahan-bahan lokal dapat menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan produk kreatif mahasiswa sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Gantungan Kunci Berlogo IAI Natuna Disiapkan untuk Buah Tangan

Selain memberikan apresiasi, Rektor IAI Natuna juga menunjukkan ketertarikannya terhadap produk yang dihasilkan Lidiya. Ia bahkan berencana membeli gantungan kunci tersebut dalam jumlah lebih banyak.

Produk itu nantinya berpotensi dijadikan buah tangan apabila Rektor bersama para dosen IAI Natuna melakukan kunjungan ke Malaysia pada Oktober 2026 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Lidiya menyerahkan dua buah gantungan kunci dengan desain khusus kepada Rektor IAI Natuna. Produk tersebut menampilkan logo baru IAI Natuna serta tulisan “Lebih baik merajuk daripada mengamuk”.

Penyerahan karya itu turut didampingi Ketua Yayasan Abdi Umat, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, M.A.

Gantungan kunci yang dibanderol dengan harga Rp15 ribu per buah tersebut mendapat respons positif dari para tamu undangan. Desain yang menarik dan sentuhan kreativitas mahasiswa menjadi daya tarik tersendiri dari produk tersebut.

Mendorong Mahasiswa Berani Berwirausaha

Karya sederhana yang dihasilkan Lidiya menjadi gambaran bahwa ruang kreativitas mahasiswa dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Melalui produk tersebut, ia berharap mahasiswa lainnya terdorong untuk berani menciptakan inovasi, mengembangkan potensi diri, serta menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk belajar dan membangun jiwa kewirausahaan.

Semangat tersebut sejalan dengan harapan agar mahasiswa IAI Natuna tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keislaman, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini