FPTI Natuna Kenalkan Panjat Tebing kepada Siswa SMAN 2 Bunguran Timur, Ajak Generasi Muda Jadi Atlet Berprestasi

0
112
Peserta ekstrakurikuler SMAN 2 Bunguran Timur mengikuti kegiatan pengenalan olahraga panjat tebing yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Natuna di Wall Panjat Tebing Pantai Piwang, Ranai. Dalam kegiatan tersebut, atlet FPTI Natuna memberikan edukasi mengenai fungsi dan penggunaan berbagai peralatan panjat tebing serta pentingnya aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas memanjat. Kegiatan ini juga menjadi upaya FPTI Natuna menjaring bibit-bibit atlet muda untuk memperkuat prestasi panjat tebing Kabupaten Natuna. (Foto: FPTI Natuna)

NATUNA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Natuna menggelar kegiatan pengenalan olahraga panjat tebing kepada peserta ekstrakurikuler (ekskul) SMAN 2 Bunguran Timur di Wall Panjat Tebing Pantai Piwang, Ranai pada Jumat (31/07/201/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga sekaligus menjaring bibit-bibit atlet muda yang berpotensi mengharumkan nama Kabupaten Natuna.

Ketua FPTI Kabupaten Natuna, Sholeh Ariyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen organisasi dalam memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada kalangan pelajar sejak dini. Menurutnya, sekolah menjadi tempat yang tepat untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga prestasi.

“Kami ingin mengajak anak-anak muda di Natuna untuk mengenal sekaligus bergabung bersama FPTI Kabupaten Natuna. Kami berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir atlet-atlet baru yang nantinya mampu membawa nama Natuna berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Sholeh.

Ia menambahkan, FPTI Kabupaten Natuna terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat dan semangat untuk belajar panjat tebing. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para calon atlet akan dibimbing mulai dari teknik dasar hingga dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan.

Sementara itu, Bidang Litbang SDM FPTI Kabupaten Natuna, M. Hamsy Romario, memberikan materi mengenai dasar-dasar olahraga panjat tebing, khususnya tentang penggunaan peralatan dan standar keselamatan yang wajib dipahami sebelum melakukan aktivitas memanjat.

Dalam pemaparannya, Hamsy memperkenalkan berbagai perlengkapan panjat tebing, seperti harness, tali panjat, karabiner, belay device, descender, sling, helm, dan sepatu khusus panjat. Ia menjelaskan fungsi masing-masing peralatan serta pentingnya memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi baik sebelum digunakan.

“Keselamatan adalah hal yang paling utama dalam olahraga panjat tebing. Karena itu, setiap atlet harus memahami fungsi alat, cara penggunaannya, serta selalu mengikuti prosedur keamanan sebelum melakukan pemanjatan,” jelas Hamsy.

Ia juga menegaskan bahwa panjat tebing bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan disiplin, konsentrasi, keberanian, dan kepercayaan terhadap sistem pengamanan maupun rekan satu tim.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Selain menyimak materi, mereka juga berkesempatan melihat secara langsung perlengkapan panjat tebing dan berdiskusi mengenai teknik dasar serta proses pembinaan atlet di FPTI Kabupaten Natuna.

Melalui kegiatan ini, FPTI Kabupaten Natuna berharap olahraga panjat tebing semakin dikenal di kalangan pelajar dan mampu menarik minat lebih banyak generasi muda untuk bergabung sebagai atlet.

Sinergi antara FPTI dan dunia pendidikan diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga prestasi sekaligus melahirkan atlet-atlet muda yang siap mengharumkan nama Kabupaten Natuna di berbagai ajang kompetisi. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini