Tradisi Tantengan Tandai Dimulainya Pembinaan Calon Paskibraka Natuna 2026

0
31
FOTO : Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda memimpin Upacara Tradisi Tantengan sebagai rangkaian awal pembinaan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Natuna Tahun 2026.

Natuna – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Natuna menggelar Upacara Tradisi Tantengan sebagai rangkaian awal pembinaan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Natuna Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di halaman Natuna Hotel, Sabtu (1/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda.

Tradisi Tantengan menjadi penanda dimulainya masa pendidikan dan pelatihan bagi para calon anggota Paskibraka sebelum dikukuhkan oleh Bupati Natuna dan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam prosesi tersebut, para peserta diajak melakukan refleksi mengenai makna dan tanggung jawab sebagai calon Paskibraka. Mereka diingatkan bahwa tugas yang diemban bukan hanya mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda, menegaskan bahwa keberhasilan seorang Paskibraka tidak hanya diukur dari kemampuan baris-berbaris, tetapi juga dari integritas, tanggung jawab, disiplin, dan karakter yang kuat.

“Menjadi Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, setiap peserta harus mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Usai prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan memasuki Gerbang Desa Bahagia secara bergiliran dan tertib. Desa Bahagia merupakan simbol dimulainya kehidupan pembinaan para calon Paskibraka sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, menjunjung semangat gotong royong, berintegritas, serta memiliki komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyiraman air kembang tujuh rupa kepada seluruh peserta. Tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol penyucian diri, permohonan pertolongan dan keselamatan, serta harapan agar seluruh peserta diberikan kelancaran selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Selain itu, prosesi tersebut juga menjadi pengingat agar setiap calon Paskibraka senantiasa menjaga kebersihan hati, ketulusan niat, dan kesiapan mental dalam mengemban amanah sebagai pengibar bendera pusaka.

Melalui Tradisi Tantengan dan prosesi memasuki Desa Bahagia, para calon Paskibraka resmi memasuki tahapan pembinaan yang akan membentuk kemampuan fisik, mental, kedisiplinan, kepemimpinan, serta jiwa nasionalisme.

Seluruh rangkaian pembinaan diharapkan mampu melahirkan putra-putri terbaik Kabupaten Natuna yang siap mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini