Hari Kedua Operasi SAR, Helikopter Sikorsky Dikerahkan Cari KM Samudra Jaya Kelautan di Perairan Anambas

0
31
FOTO : Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna mengerahkan dukungan pemantauan udara menggunakan helikopter Sikorsky S-76C++ PK-PUW milik PT Medco Energy International Anambas yang dioperasikan Pelita Air Service.

Natuna – Upaya pencarian terhadap KM Samudra Jaya Kelautan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas terus diintensifkan. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Selasa (4/8/2026), Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna mengerahkan dukungan pemantauan udara menggunakan helikopter Sikorsky S-76C++ PK-PUW milik PT Medco Energy International Anambas yang dioperasikan Pelita Air Service.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pelibatan unsur udara dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian dan mempercepat penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya kapal.

“Tim telah melaksanakan pemantauan udara di empat titik surveillance dengan rute Matak – empat titik area pencarian – Matak dalam rangka mendukung Operasi SAR hari kedua terhadap KM Samudra Jaya Kelautan. Helikopter mendarat kembali di Matak pukul 11.53 GMT dengan aman,” ujar Abdul Rahman.

Dalam misi udara tersebut, sebanyak tujuh personel diterjunkan, terdiri atas dua pilot, dua personel Basarnas, dan tiga personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas.

KM Samudra Jaya Kelautan merupakan kapal barang berukuran 10 Gross Ton (GT) yang terakhir diketahui berlayar dari Air Sena, Tarempa, menuju Batam pada Sabtu (1/8/2026) pukul 09.00 WIB dengan membawa muatan ikan. Kapal dijadwalkan tiba di Batam pada Minggu (2/8/2026) pukul 08.00 WIB, namun hingga kini belum memberikan kabar.

Hasil pemantauan udara pada hari kedua operasi masih belum membuahkan hasil. Tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun empat anak buah kapal (ABK) yang berada di atasnya.

Keempat ABK tersebut masing-masing bernama Samsul Bahri (54), Azan (41), Awang (65), dan Handay Yadi (40).

Selain pencarian melalui udara, Tim SAR Gabungan yang menggunakan RIB 02 Natuna juga kembali melakukan penyisiran di sektor pencarian kedua. Namun hingga operasi hari kedua berakhir, keberadaan kapal masih belum ditemukan.

Untuk memperluas koordinasi pencarian, Kantor SAR Natuna telah mengirimkan telegram koordinasi kepada Kantor SAR Tanjungpinang serta Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putrajaya, Malaysia, mengingat kemungkinan pergerakan kapal di wilayah perairan perbatasan.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Anambas, Lanal Tarempa, Koramil Letung, Polres Kepulauan Anambas, BPBD Tarempa, SROP Tarempa, HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, serta dukungan unsur udara dari PT Medco Energy International Anambas.

Abdul Rahman menyebut kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi relatif mendukung. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 12 knot, jarak pandang mencapai 10 kilometer, dan cuaca dalam kondisi berawan sehingga memungkinkan proses pencarian dilakukan secara optimal.

“Meski hasil pencarian hari ini masih nihil, kami akan terus mengoptimalkan seluruh potensi SAR, baik unsur laut maupun udara, hingga keberadaan KM Samudra Jaya Kelautan dapat diketahui,” tegasnya.

Kantor SAR Natuna juga mengimbau para nelayan, pelaut, maupun kapal yang melintas di perairan Anambas–Tanjungpinang, khususnya di sekitar koordinat 02°18.000′ LU – 105°36.000′ BT, agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun para korban.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini